Selisih Paham soal Capres, Ketua RT di Palembang Ditusuk Rekannya

Mohammad David ยท Rabu, 31 Oktober 2018 - 21:06 WIB
Selisih Paham soal Capres, Ketua RT di Palembang Ditusuk Rekannya

Kurnia, istri korban Ardiansyah saat melapor ke SPKT Polresta Palembang, Rabu (31/10/2018). (Foto: iNews/Mohammad David)

PALEMBANG, iNews.id - Peristiwa yang terjadi di Palembang, Sumatera Selatan, ini sungguh tidak pantas ditiru. Hanya lantaran berselisih paham soal dukung mendukung Calon Presiden (Capres), seorang ketua Rukun Tetangga (RT) menusuk rekannya sesama ketua RT. Istri korban yang tidak terima lantas melaporkan penganiayaan yang dialami suaminya ke polisi.

Dengan wajah kesal, Kurnia, warga Jalan KH Azhari, Lorong Kencana, Kecamatan Seberang Ulu Satu, Palembang mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Rabu (31/10/2018). Dia hendak melaporkan penganiayaan yang dialami suaminya, Ardiansyah (30) yang juga ketua RT setempat.

Ardiansyah baru saja ditusuk oleh rekan sesama ketua RT yang bernama Yani CS di wilayah tempat tinggalnya. Akibatnya, korban terpaksa harus menjalani perawatan di rumah sakit usai mengalami luka tusuk di bagian punggungnya.

Foto korban yang tengah terbaring di rumah sakit usai ditusuk temannya lantaran berdebat soal capres. (Foto: Istimewa)


Awal mula percekcokan Ardiansyah dan Yani diduga sepela. Keduanya berdebat mengenai masing-masing capres yang didukung. Namun, Kurnia tak menjelaskan, capres yang mana yang didukung suaminya hingga harus cekcok dengan rekannya itu.

Lantaran cekcok tak berujung reda, keduanya pun terlibat perkelahian. Yani yang emosi langsung menusuk bagian punggung Ardiansyah dengan benda tajam. Korban yang tak sempat menghindar akhirnya mengalami luka yang cukup serius hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

“Mereka awalnya debat masalah pilpres. Masing-masing punya calon yang dibela. Entah kenapa terus berkelahi dan suami saya ditusuk. Saya tidak tahu dia RT mana. Yang pasti dia juga ketua RT,” kata Kurnia.

Laporan Kurnia pun kini telah diterima Unit Reskrim Pidana Umum Polresta Palembang. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari polisi mengenai kasus ini.


Editor : Himas Puspito Putra