Tabrakan Maut Mobil Pikap dan Truk Fuso di Muba, 1 Tewas Terjepit

Sindonews ยท Rabu, 28 November 2018 - 22:41 WIB
Tabrakan Maut Mobil Pikap dan Truk Fuso di Muba, 1 Tewas Terjepit

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

SEKAYU, iNews.id - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Palembang-Jambi, tepatnya Kilometer (Km) 225, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu (28/11/2018). Dalam peristiwa itu, satu orang meninggal dunia.

Informasi yang dirangkum, kecelakaan melibatkan mobil pikap dengan truk Fuso. Kejadian berawal saat pikap dengan nomor polisi BG 9264 P yang dikemudikan Joko (16) dan kernet Andrian Yulius (16), keduanya warga Kecamatan Bayung Lencir melaju dari arah Jambi ke Palembang. Mereka mengangkut minyak mentah yang diduga illegal.

Saat di lokasi tempat kejadian perkara (TKP), sopir pikap diduga mengantuk sehingga membuat mobil yang dikendarainya melebar ke sebelah kanan. Celakanya saat bersamaan, dari arah berlawanan melintas mobil truk fuso bermuatan mobil profit dengan nomor polisi B 9872 UIN.

BACA JUGA: Diduga Sopir Mengantuk, Mobil Tabrak Pagar Rumah Warga di Jombang

Tabrakan pun tak terelakan, hingga menyebabkan sopir pikap Joko, warga Kecamatan Sekayu, Muba, tewas di lokasi kejadian akibat terjepit dalam benturan tersebut. Sementara rekannya Andrian mengalami luka ringan dan langsung dievakuasi warga ke RSUD Bayung Lencir untuk mendapat perawatan.

"Ya memang benar telah terjadi kecelakaan di Jalan Umum Palembang-Jambi Km 225," ujar Kasat Lantas Polres Muba AKP Candra Kirana Putra, Rabu (28/11/2018).

Dia mengatakan, petugas telah di lokasi dan melakukan olah TKP serta meminta keterangan saksi-saksi. Selain itu juga mengamankan sejumlah barang bukti, satu unit Daihatsu Grand Max B 9872 UIN, satu lembar STNK BG 9264 P, satu unit kendaraan truk Fuso Isuzu Giga B 9872 UIN, satu lembar SIM B11 umum Lampung atas nama Arif Trijanto, dan satu lembar STNK kendaraan B 9872 UIN.

"Kasus ini sudah kami tyangani dan dalam proses penyelidikan,” ucapnya.


Editor : Donald Karouw