Terbakar Api Cemburu, Suami di OKU Sumsel Bunuh Selingkuhan Istri

Antara ยท Jumat, 17 Mei 2019 - 12:37 WIB
Terbakar Api Cemburu, Suami di OKU Sumsel Bunuh Selingkuhan Istri

Ilustrasi pembunuhan. (Foto: Istimewa)

BATURAJA, iNews.id – Pembunuhan berlatar belakang asmara terjadi di Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan (Sumsel). Pelaku berinisial NL (28) menghabisi korban Fredy Setiawan (25) lantaran terbakar api cemburu.

Informasi yang diperoleh, korban Fredy ditengarai memiliki hubungan terlarang dengan istri pelaku. Mendapat informasi itu, pelaku NL, warga Gotong Royong, Kelurahan Kemalaraja, Kecamatan Baturaja Timur, menjadi gelap mata.

Dia kemudian mendatangi korban di Jalan STM Badaruddin II, depan Resto Kopitiam Baturaja, yang merupakan tempat istrinya bekerja pada Rabu (15/5/2019).

BACA JUGA: Viral 2 Video Mesum Siswi SMP dan Mahasiswa Gemparkan Warga Banyuwangi

Saat itu, pelaku yang melihat korban dengan istrinya langsung menghujamkan senjata tajam jenis pisau di arah lehernya. Korban Fredy yang terluka langsung ditolong warga dan dilarikan ke RSUD Ibnu Sutowo Baturaja untuk mendapat perawatan intensif. Namun meski telah mendapat penanganan, nyawa pemuda asal Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Baturaja Timur itu tak tertolong.

Sementara pelaku NL langsung diamankan Satreskrim Polres OKU Sumsel di lokasi kejadian. Dia ditangkap usai menghabisi nyawa Fredy.

Kasatreskrim Polres OKU AKP Alex Andrian mengatakan, kasus ini sudah ditangani pihaknya dengan menangkap pelaku penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam. Saat ini, yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan.

“Dugaan sementara Motifnya cemburu. Korban memiliki hubungan dengan istri tersangka hingga berujung pada peristiwa pembunuhan," katanya, Jumat (17/5/2019).

Selain menangkap tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa pisau yang digunakan pelaku untuk membunuh korban.

"Kami masih menunggu laporan polisi dari pihak korban. Terduga pelaku kami dikenakan Pasal 338 KUHP atau 351 ayat 3 tentang Penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang," ujarnya.


Editor : Donald Karouw