Usai Bunuh Istri, Suami Bunuh Diri Loncat dari Jembatan di Palembang

Mohammad David ยท Senin, 11 Februari 2019 - 10:57 WIB
Usai Bunuh Istri, Suami Bunuh Diri Loncat dari Jembatan di Palembang

Pasangan suami istri di Palembang yang diduga mengalami persoalan rumah tangga hingga terjadi berujung tragis. (Foto: iNews/ M David)

PALEMBANG, iNews.id – Kasus pembunuhan sadis terjadi di Kelurahan Kemang Manis, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Seorang suami membunuh istrinya dengan 24 tikaman di sekujur tubuh korban. Usai melakukan aksi kejinya, pelaku bunuh diri dengan melompat dari atas Jembatan Ogan Kertapati, Palembang, Minggu (10/2/2019).

Informasi yang dirangkum iNews, peristiwa ini terungkap setelah warga gempar dengan aksi bunuh diri seorang pria dengan melompat dari Jembatan Ogan Kertapati. Sebelum meloncat, pria yang belakangan diketahui bernama Febrianto (38) menitipkan motor dan ponselnya kepada seorang pengendara ojek online.

Hingga saat ini belum diketahui kondisinya usai terjun dari ketinggian tersebut. Tubuhnya tak ditemukan di sungai. Saksi mata yakni pengendara ojek online akhirnya menghubungi polisi dan pihak keluarga.

BACA JUGA: Sakit Hati, Pemuda di Mojokerto Sebarkan Video Mesum dengan Pacar

Mengejutkannya setelah meneruskan informasi ke pihak keluarga. Terungkaplah Febrianto yang nekat lompat dari jembatan baru saja membunuh istrinya Linda Fitria (38). Mereka merupakan warga Jalan Sepakat, Kelurahan Kemang Manis, Kecamatan Ilir Barat II.

Sang istri tewas mengenaskan dengan 24 tusukan di sekujur tubuh dan luka gorok dalam rumahnya. Jenazah korban selanjutnya dibawa petugas ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Sumsel untuk kepentingan autopsi.

Kerabat korban, Joko mengatakan, awalnya pengendara ojek online datang ke rumah angota keluarganya tersebut. Mereka menemukan lokasi rumah berdasarkan informasi dari ponsel yang ditinggalkan Febrianto sebelum meloncat.

Namun betapa terkejutnya mereka saat di rumah tersebut justru menemukan seorang perempuan tewas bersimbah darah. Kejadian itu langsung dilaporkan ke polisi.

“Mereka ada tidak ada cekcok. Mungkin tertekan karena adik kami (Febrianto) kurang memberi nafkah. Korban meninggal dengan luka gorok,” ujar Joko, Minggu (11/2/2019).

Anggota Polsek Seberang Ulu I Palembang yang menerima laporan langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti motor dan ponsel Febrianto.

Kasus pembunuhan tersebut saat ini ditangani petugas gabungan Polsek Ilir Barat II dan Polresta Palembang. Sementara keberadaan terduga pelaku yang loncat bunuh diri dari atas Jembatan Ogan Kertapati masih dalam pencarian.


Editor : Donald Karouw