Usai Memperkosa, Pria Pengangguran di Pali Sumsel Gondol Motor dan Ponsel Pacar

Sindonews.com, Berli Zulkanedy ยท Selasa, 03 Desember 2019 - 20:15 WIB
Usai Memperkosa, Pria Pengangguran di Pali Sumsel Gondol Motor dan Ponsel Pacar

Ilustrasi pemerkosaan. (Foto: Istimewa)

PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR, iNews.id – Seorang remaja putri di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan (Sumsel) diperkosa pacarnya. Selain itu handphone dan sepeda motor korban juga dibawa kabur. 

WP (17) tega memperkosa AF, yang masih duduk di bangku SMA. Pelaku menyetubuhi korban hingga dua kali. 

AF akhirnya melaporkan perbuatan WP ke polisi. Tak butuh waktu lama, warga Kelurahan Talang Ubi Selatan, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Pali itu dibekuk Tim Elang Reskrim Polsek Talang Ubi.

Menurut Kapolsek Talang Ubi, Kompol Okto Iwan Setiawan, yang disampaikan Panit 1, Aipda Hairil Rozi mengatakan peristiwa itu bermula saat WP dan AF jalan-jalan dengan sepeda motor korban, Minggu (3/11/2019). Pelaku mengajak korban ke rumah neneknya di Talang Baru, yang sedang kosong.

BACA JUGA: Bunuh Teman karena Perkosa Istri, Pelaku Pastikan Tidak Ada Perselingkuhan

Di dalam rumah, pelaku mengajak korban masuk ke dalam kamar. Di sana, pelaku membujuk dan mencumbu korban.

“Setelah itu WP menyetubuhi korban sambil pelaku berkata nanti aku tanggung tawab,” kata Hairi, Selasa (3/12/2019). Setelah menyetubuhi korban, pelaku mengantarnya pulang ke rumah.

Pelaku kembali menyetubuhi korban di tempat yang sama, Selasa (5/11/2019). Usai menyetubuhi, pelaku lantas membawa kabur handphone dan sepeda motor korban jenis Honda Beat dengan nopol BG 4261 PAA.

“Dan atas kejadian tersebut korban melapor ke Polsek Talang Ubi," katanya.

BACA JUGA: Sopir Angkot di Banyuasin Ditangkap Polisi karena Cabuli Siswi SMP

Setelah melakukan pengejaran, petugas berhasil menangkap pelaku, Senin (2/12/2019) malam. Barang bukti berupa pakaian milik korban juga diamankan.

"Untuk pelaku akan kita jerat dengan Undang-Undang nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman kurungan di atas lima tahun penjara," katanya.


Editor : Umaya Khusniah