Waria di Palembang Tewas Diduga Menjadi Korban Pembunuhan

Guntur ยท Minggu, 17 Februari 2019 - 10:03 WIB
Waria di Palembang Tewas Diduga Menjadi Korban Pembunuhan

Ilustrasi pembunuhan. (Foto: Okezone).

PALEMBANG, iNews.id - Seorang waria di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) ditemukan tewas membusuk di dalam salonnya. Kondisi jasad korban tampak sudah mengenaskan, diduga tewas dibunuh pasangan sejenisnya.

Korban atas nama Ismail Marzuki alias Ita, ditemukan keponakannya, Andi, pada Sabtu (16/2/2019) malam di salonnya, Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I.

Andi mengatakan, awalnya dia hendak mampir ke rumah korban pada Sabtu siang, namun pintu salonnya tergembok. Dia pun menelepon Itan, namun telepon seluler (HP)-nya tidak aktif.

BACA JUGA: Polisi Amankan Seorang Pria dan Waria di Rokan Hilir saat Asyik Mesum

"Malamnya saya kembali lagi, pas saya cek lihat di jendela. Ternyata korban terkapar di lantai," kata Andi kepada wartawan di Kota Palembang, Sumsel, Minggu (17/2/2019).

Dia pun langsung membongkar paksa pintu salon korban. Setelah itu, dia pun mencium aroma tak sedap di dalam rumah yang juga tempat usaha milik korban. Andi kemudian mendapati korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Sementara itu, Wakil Ketua Persatuan Waria Palembang, Tedi mengatakan, korban memang masuk dalam komunitasnya. Selama ini, Ita diketahui tinggal sendiri di rumahnya, namun dia tak pernah bercerita kalau ada masalah.

BACA JUGA: Pembunuh Waria di Medan Ditangkap, Pelaku Sempat Berhubungan Intim

"Jujur, dia kan waria yah. Mungkin ada masalah dengan pasangannya," kata dia.

Menurut dia, kondisi tubuh Ita saat ditemukan tampak mengenaskan. Bagian kepala dan sebagian tubuhnya dipenuhi bekas darah yang sudah mengering. Bisa jadi, kata dia, ini karena masalah asmara yang menyebabkan korban terbunuh.

Mendapat laporan tersebut polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP. Mereka memasang police line dan mengevakuasi jasad korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk dilakukan autopsi.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal