17 Korban Tewas akibat Banjir Bandang di Madina Sudah Dievakuasi

Donald Karouw ยท Minggu, 14 Oktober 2018 - 00:23 WIB
17 Korban Tewas akibat Banjir Bandang di Madina Sudah Dievakuasi

Warga Madina menunjukkan bangunan rumah yang terbawa arus banjir bandang dan terputusnya akses jalan nasional. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id – Tim SAR gabungan bersama relawan dan masyarakat telah menemukan 17 korban meninggal akibat banjir dan banjir bandang di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (14/10/2018). Sebanyak 11 titik longsor yang awalnya menutup beberapa ruas jalan juga sudah dapat diatasi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho memaparkan, alat berat dikerahkan untuk membantu evakuasi korban dan membersihkan material longsor. Jumlah korban meninggal dunia tercatat 17 orang hingga malam ini, terdiri atas 12 anak sekolah di Kecamatan Ulu Pungkut. Kemudian, 3 pekerja gorong-gorong jalan di Kecamatan Muara Batang Gadis, dan 2 orang yang kecelakaan mobil masuk ke Sungai Aek Batang Gadis saat banjir.

Dari 29 anak siswa SD Negeri 235 yang sekolahnya diterjang banjir bandang di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal, pada Jumat (12/10/2018) sore, 12 anak meninggal dunia sedangkan 17 anak berhasil diselamatkan. Semua korban anak-anak berusia di bawah 12 tahun.

“Dari 17 anak yang selamat, 7 anak di antaranya luka-luka dan dirawat di Puskesmas setempat. Selain itu, 2 orang guru juga ditemukan selamat. Korban selamat ditemukan di bawah reruntuhan bangunan dan sebagian terseret oleh banjir bandang,” kata Sutopo dalam keterangan yang diperoleh Sabtu (14/10/2018).

BACA JUGA: 

BPBD Sumut: Banjir dan Longsor Terjang 11 Kecamatan Madina, 10 Hilang

Ini Identitas 12 Siswa SD yang Tewas Akibat Banjir Bandang di Madina

Banjir bandang juga menyebabkan 12 rumah hanyut dan rusak total, 9 rumah rusak berat dan 3 bangunan fasilitas umum rusak berat di Desa Muara Saladi. Masyarakat terpaksa mengungsi di rumah kerabatnya.

Sementara dua korban meninggal yang ditemukan di mobil yang tercebur ke Sungai Aek Batang Gadis merupakan karyawan PT Bank Sumut dan seorang anggota Polri yang sedang mengawal pegawai PT Bank Sumut. “Korban telah diserahkan kepada pihak keluarga. Sedangkan korban 3 orang pekerja gorong-gorong jalan di Kecamatan Muara Batang Gadis juga sudah diserahkan pada keluarga,” papar Sutopo.

Menurut Sutopo, hingga Sabtu malam ini, tidak lagi ada laporan keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya di 11 kecamatan di Kabupaten Madina yang mengalami banjir bandang, banjir dan longsor.

Penanganan darurat juga masih dilakukan. Bupati telah menetapkan status tanggap darurat banjir dan longsor di Kabupaten Madina selama tujuh hari, yakni 12-18 Oktober 2018.  BPBD Madina bersama BPBD Provinsi Sumut, TNI, Polri, SAR Daerah, SKPD, PMI, dan relawan menangani darurat bencana. “Bantuan terus disalurkan kepada korban dan masyarakat terdampak,” ujar Sutopo.


Editor : Maria Christina