Kasus OTT Bupati Labuhan Batu, KPK Deadline Umar Ritonga Sampai Besok

Stepanus Purba ยท Jumat, 20 Juli 2018 - 14:22 WIB
Kasus OTT Bupati Labuhan Batu, KPK Deadline Umar Ritonga Sampai Besok

Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta. (Foto: Antara)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

MEDAN, iNews.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Umar Ritonga, salah satu tersangka kasus dugaan suap dalam operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap segera menyerahkan diri. KPK memberikan deadline atau tenggat waktu bagi tersangka agar kooperatif setelah sebelumnya kabur dan hampir menabrak tim yang akan menangkapnya.

"Imbauan ini berlaku sampai Sabtu (21/7) besok. Jika tidak KPK akan memproses penerbitan daftar pencarian orang (DPO) atas nama Umar Ritonga," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam siaran pers-nya, Jumat (20/7/2018).

Febri juga meminta keluarga tersangka Umar Ritonga agar mengajak yang bersangkutan segera menyerahkan diri dengan cara mendatangi Kantor KPK atau Kantor Polres Labuhanbatu. “Atau di kantor polisi mana pun yang dekat dengan persembunyiannya,” ujarnya.

Selain tersangka Umar Ritonga, Febri mengungkapkan saat ini KPK juga sedang mencari saksi yakni Direktur PT Peduli Bangsa Afrizal Tanjung. Saksi atas kasus suap yang melibatkan Pangonal Harahap ini diduga kuat berperan dalam pencairan cek di Bank Sumut.

"Kami ingatkan, sikap koperatif akan lebih baik dan menguntungkan bagi tersangka, saksi, dan proses hukum ini," katanya.

Diketahui, Satuan Tugas (Satgas) KPK mengamankan Bupati Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Pangonal Harahap dalam operasi senyap, Selasa (17/7/2018). Dalam penangkapan itu, KPK juga mengamankan uang senilai Rp576 juta dari total permintaan sebesar Rp3 miliar yang bersumber dari dana pencairan proyek pembangunan RSUD Rantau Prapat di Labuhanbatu.


Editor : Donald Karouw