2 Bocah di Madina Terkena Toksoplasma, Kulitnya Melepuh dan Terkelupas

Stepanus Purba ยท Jumat, 11 Januari 2019 - 15:13 WIB
2 Bocah di Madina Terkena Toksoplasma, Kulitnya Melepuh dan Terkelupas

2 bocah asal Madina, Sumut, terjangkit virus toksoplasma yang menyebabkan kulitnya melepuh dan terkelupas. (Foto: iNews/Stepanus Purba).

MADINA, iNews.id - Bocah bernama Muhammad Haikal Nasution (7) dan adiknya Habibah Zakira Nasution (1), warga Desa Raorao Panjaringan, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut), menderita toksoplasma.

Akibat menjangkit virus tersebut, kulit kaki kedua bocah ini tampak melepuh, bahkan hingga terkelupas. Mereka disebut mengidap penyakit aneh, seperti gatal-gatal yang memang bawaan sejak lahir. Kedua orang tuanya sudah membawa ke dokter, namun hasilnya nihil.

BACA JUGA: 4 Penyakit Tak Menular Ini Meningkat di Indonesia, Kenali Sebabnya

"Dokter angkat tangan, karena tidak mengetahui jenis penyakitnya, sehingga kami memilih untuk membawa kembali pulang," kata ibu kedua bocah tersebut, Chairunnisa, di rumahnya kawasan Raorao Panjaringan, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumut, Kamis (11/1/2019).

Mendapat kabar tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, Syarifuddin mengatakan, sudah menurunkan satu tim untuk melihat kondisi kedua bocah malang tersebut. Berdasarkan pemeriksaan awal, mereka diduga menderita virus toksoplasma.

BACA JUGA: 70 Persen Penyakit Infeksi Ditularkan dari Hewan

"Jadi bukan penyakit aneh seperti yang selama ini disebutkan," ujar dia.

Menurut dia, Haikal dan Habibah bisa sampai terkena virus tersebut karena bawaan lahir, namun bisa juga karena tertular kucing. Sedangkan, upaya pengobatannya, dia akan merujuk kedua bocah ini ke rumah sakit di Kota Medan.

Pihak Pemkab Mandailing Natal akan terus memantau perkembangan mereka hingga dinyatakan sembuh. Mereka juga siap memberikan bantuan kepada pihak keluarga. "Namun ini memang sulit diobati sehingga membutuhkan waktu," kata Syarifudin.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal