20 Desa di Kabupaten Karo yang Terpapar Abu Vulkanik Erupsi Sinabung Dibersihkan

Antara, Stepanus Purba ยท Selasa, 11 Juni 2019 - 08:30 WIB
20 Desa di Kabupaten Karo yang Terpapar Abu Vulkanik Erupsi Sinabung Dibersihkan

Visual Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumut, pascaerupsi, Minggu (9/6/2018). (Foto: iNews.id/Stepanus Purba)

MEDAN, iNews.id – Sedikitnya 20 desa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), terpapar hujan abu vulkanik pascaerupsi Gunung Sinabung pada Minggu (9/6/2019). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo telah membersihkan abu dengan mobil pemadam kebakaran.

“Abu yang menempel di badan jalan tersebut disemprot menggunakan mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Karo, Natanail Perangin-angin di Kabanjahe, Senin (10/6/2019).

BACA JUGA:

Pascaerupsi Gunung Sinabung, Mobil Pembersih Dikerahkan Bersihkan Abu Vulkanik

Gunung Sinabung Kembali Erupsi, Ketinggian Kolom Abu Capai 7.000 Meter

Dia menyebutkan, 20 desa yang terpapar abu vulkanik itu berada di Kecamatan Naman Teran, Kecamatan Tiganderket, dan Kecamatan Payung. Kemudian, sebahagian di Kecamatan Tigabinanga, Kota Berastagi, dan Kecamatan Lau Baleng, Kabupaten Karo.

”Saat ini petugas masih melakukan pendataan desa-desa lain yang terpapar abu vulkanik akibat erupsi Gunung Sinabung,” katanya.

Menurut dia, abu yang menempel di badan jalan tersebut, menurut dia, harus secepatnya dibersihkan karena mengganggu kenyamanan bagi masyarakat. Abu vulkanik juga bisa menimbulkan gangguan kesehatan.

“Abu yang ditinggalkan akibat erupsi gunung Sinabung, tidak boleh ada yang tersisa di jalan desa maupun di jalan perkotaan,” ujarnya.

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumut erupsi pada pada Minggu (9/6) sekitar pukul 16.28 WIB. Tinggi kolom abu teramati kurang lebih 7.000 meter di atas puncak atau kurang lebih 9.460 meter di atas permukaan laut.

Saat erupsi, Gunung Sinabung teramati mengeluarkan kolom abu berwarna hitam dengan intensitas yang tebal. Kolom abu condong menuju Selatan. Durasi erupsi terpantau selama 9 menit 17 detik dengan amplitudo maksimal 120 mm sebagaimana terekam di seismograf.


Editor : Maria Christina