Kasus Miras Oplosan Marak, Korban Kebanyakan Remaja

iNews Sore ยท Selasa, 03 April 2018 - 22:45 WIB
Kasus Miras Oplosan Marak, Korban Kebanyakan Remaja

JAKARTA, iNews.id - Sejumlah orang kritis dan tewas akibat kasus minuman keras (miras) oplosan di Jakarta dan Depok. Sebagian besar korban peminum miras jenis Ginseng tersebut adalah remaja.

Kasus penyalahgunaan alkohol di kalangan remaja kini semakin memprihatinkan. Selasa (3/4/2018) dini hari WIB, empat orang tewas dan 14 belas orang lainnya dilarikan ke Rumah Sakit Tugu Ibu Depok akibat menenggak miras oplosan Ginseng di Pondok China, Depok, Jawa Barat.

Salah seorang korban membeli minuman keras jenis Gingseng pada sebuah warung di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Menurut kesaksian korban selamat, mereka minum miras oplosan tidak bersamaan.

Pada hari yang sama, tujuh orang warga Duren Sawit, Jakarta Timur tewas akibat minuman beralkohol tinggi jenis Ginseng yang dibeli di salah satu warung jamu. Tiga korban tewas saat dibawa ke Puskesmas. Sementara korban lainnya tewas setelah mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur.

Peredaran miras oplosan di Indonesia cukup memprihatinkan. Setiap tahun, miras merenggut nyawa korbannya tak pandang usia. Namun, lebih memprihatinkan lagi, korban minuman keras beralkohol juga berasal dari kalangan remaja di bawah umur.
Dari tahun ke tahun, peminat alkohol remaja semakin meningkat. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar menemukan pada 2007 jumlah remaja pengonsumsi alkohol berada di angka 4,9 persen. Namun pada 2014 meningkat menjadi 23 persen dari total jumlah remaja saat ini, yakni sekitar 63 juta jiwa.

Meski larangan peredaran minuman beralkohol di minimarket telah diberlakukan namun tak mampu mencegah penyalahgunaan alkohol. Bahan baku alkohol yang mudah dan murah didapat, serta tersebarnya penyedia miras oplosan berkedok warung membuat miras gampang dibeli.

Video Editor: Khoirul Anfal


Editor : Dani Dahwilani