Cegah Macet, POM AU Terapkan Sistem Stiker di Jalan Adisutjipto Medan

Stepanus Purba ยท Sabtu, 08 September 2018 - 02:41 WIB
Cegah Macet, POM AU Terapkan Sistem Stiker di Jalan Adisutjipto Medan

Kemacetan terjadi di sejumlah ruas jalan di Kota Medan. (Foto: SINDOnews)

MEDAN, iNews.id - Kemacetan dan kepadatan lalu lintas kerap terjadi di Jalan Adisutjipto dan sepanjang kawasan militer Kosek Hanudnas III dan Lanud Soewondo Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Kemacetan terjadi akibat banyaknya jumlah kendaraan yang tak sebanding dengan kondisi jalan. Mengatasi kemacetan itu, Satuan Polisi Militer Angkatan Udara di Medan memberlakukan sistim stiker untuk mengurai kemacetan.

Dansatpom Lanud Soewondo Mayor POM, I Gede Eka Santika mengatakan, aturan penggunaan stiker sudah sesuai petunjuk teknis (juknis) internal TNI AU yang mulai di sosialisasikan kepada masyarakat melalui surat edaran Danlanud Soewondo dengan Nomor SE/02/VI/2018 tanggal 29/6/2018.

"Pernah nggak masuk ke pangkalan militer selain Soewondo? Hal itu memang di berlakukan pada seluruh pangkalan militer yang ada di Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban dan alat bantu pengawasan,” kata I Gede Eka Santika, Jumat (7/9/2018).

I Gede mengklaim bahwa pemberlakuan stiker ini nantinya akan mempermudah pemeriksaan kendaraan yang melintas karena sudah terdata. Menurut dia, pemberlakuan aturan ini mempertimbangkan kondisi Jalan Adisutjipto yang terpantau setahun ini kemacetan meningkat tajam, terutama pagi dan sore hari.

Ditambah lagi, banyaknya masyarakat yang mengabaikan rambu batas kecepatan maksimum 40 km per jam, serta ada beberapa oknum yang mengabaikan etika berkendaraan.

Dua hal tersebut, kata I Gede, tentunya mengganggu operasional personel Lanud Soewondo. "Jalan Adisutjipto ini sejatinya bukan jalan umum, namun merupakan jalan ksatrian Lanud Soewondo yang sangat berdekatan dengan Ring I Lanud Soewondo. Mungkin karena banyak masyarakat yang belum tahu jika kawasan ini merupakan pangkalan militer, sehingga kita perlu sosialisasikan untuk menghindari kesalahpahaman,” paparnya.

Saat ini, lanjut I Gede, TNI AU sedang menyosialisasikan aturan tersbeut hingga tiga pekan ke depan. Untuk rute wajib stiker mulai dari bundaran eks Bandara Polonia sampai ke perempatan Avros. "Sebenarnya sekarang ini masa sosialisasi, hanya karena kegiatan padat, sosialisasi jadi belum maksimal," katanya.

Untuk mendapatkan stiker ini, masyarakat harus mengambil di Kantor Sat Pom Lanud Soewondo dengan membawa salinan KTP, SIM, dan STNK. "Stiker ini tidak sembarangan diberikan. Hanya kepada warga sipil yang bertempat tinggal di daerah sekitar Lanud Soewondo atau yang karena keperluannya sehingga benar-benar harus rutin melintasi jalan ini," ujar I Gede Eka.

Dia menambahkan, stiker terbagi atas dua jenis, yakni warna biru dan merah. Warna biru untuk masyarakat yang melintas karena kepentingan, dan warna merah untuk masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar kawasan Lanud Soewondo seperti perumahan yang sudah ditentukan di surat edaran.


Editor : Kastolani Marzuki