Diwarnai Penolakan, Pemerintah Tetap Ubah Nama Bandara Silangit

Stepanus Purba · Sabtu, 08 September 2018 - 13:41 WIB
Diwarnai Penolakan, Pemerintah Tetap Ubah Nama Bandara Silangit

Presiden Joko Widodo bersama sejumlah menteri terkait saat mengunjungi Bandara Silangit beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

MEDAN, iNews.id – Kendati diwarnai penolakan oleh sejumlah warga, pemerintah tetap mengganti nama Bandar Udara Internasional Silangit. Bandara yang terletak di Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, itu kini sudah berganti nama menjadi Bandar Udara Internasional Sisingamangaraja XII.

Pergantian nama Bandara Internasional Silangit tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Perhubungan (Menhub) Nomor KP 1404 Tahun 2018. Berdasarkan salinan surat yang diterima iNews.id, Sabtu (8/9/2018, sejumlah instansi berwenang diminta untuk menindaklanjuti putusan tersebut sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Padahal, perubahan nama Bandara Silangit ini mendapat penolakan dari sejumlah masyarakat Silangit khususnya dari Desa Pariksabungan Siborong-Borong. Masyarakat di kawasan tersebut mengaku menolak keras perubahan nama Bandara Silangit menjadi Bandara Sisingamangaraja XII.

"Seluruh masyarakat Silangit menolak keras pergantian nama Bandara Internasional Silangit," kata salah seorang tokoh masyarakat Silangit, Pongat Simanjuntak, saat dihubungi iNews.id, Sabtu (8/9/2018).

Pongat mengungkapkan, sebelumnya sikap masyarakat terkait dengan penolakan pergantian nama Bandara Silangit ini sudah mereka sampaikan kepada mantan Plt Bupati Tapanuli Utara, Mauliate Simorangkir pada medio April lalu.

"Padahal dalam agenda pembahasan terkait poin tersebut yang digelar Pemkab Taput (Tapanuli Utara) pada Juni 2017 lalu, mayoritas peserta rapat telah menyatakan penolakan pergantian nama bandara dalam agenda yang dihadiri berbagai elemen masyarakat, termasuk warga Silangit dan pimpinan DPRD Taput," sebutnya.

Hasil pembahasan tersebut, kata dia, seharusnya menjadi pertimbangan mendasar bagi Pemkab Taput untuk tidak memberikan dukungan atas hal dimaksud, bukan malah sebaliknya. "Apapun resikonya, seluruh masyarakat Silangit menolak pergantian nama bandara tersebut. Kami sudah siap," ucapnya.


Editor : Himas Puspito Putra