Kemenhub Ubah Silangit Jadi Bandara Sisingamangaraja per 3 September

Antara, Stepanus Purba ยท Minggu, 09 September 2018 - 03:53 WIB
Kemenhub Ubah Silangit Jadi Bandara Sisingamangaraja per 3 September

Bandara Silangit, Taput, berubah nama menjadi Bandara Internasional Raja Sisingamangaraja XII. (Foto: Istimewa)

MEDAN, iNews.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengubah nama Bandar Udara Silangit yang berlokasi di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) menjadi Bandara Internasional Raja Sisingamangaraja XII. Dalam surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 1404 tahun 2018 disebutkan, keputusan perubahan nama bandara itu dilakukan per 3 September 2018 lalu.

Namun, surat itu baru beredar Sabtu (8/9/2018), salahn satunya melalui grup Badan Otorita Danau Toba di Medan. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 1404 tahun 2018 tentang Perubahan Nama Bandara Internasional Silangit menjadi Bandara Internasional Raja Sisingamangaraja XII tersebut disosialisasikan Kepala Biro Hukum Kemenhub Wahju Adji H melalui surat Nomor 243/Srt/B.IV/IX/2018 tertanggal 4 September 2018.

BACA JUGA: Diwarnai Penolakan, Pemerintah Tetap Ubah Nama Bandara Silangit

Dalam surat tersebut, Kepala Biro Hukum Kemehub Wahju Adji H menyebutkan bahwa keputusan perubahan nama bandara itu dilakukan pada 3 September 2018. Surat tersebut ditujukan kepada Sekretaris Ditjen Perhubungan Udara dan Direktur Bandar Udara Perhubungan Udara Kemenhub.

Namun Wahju Adji tidak menjelaskan alasan dan pertimbangan yang melatarbelakangi pergantian nama Bandara Bandara Internasional Silangit menjadi Bandara Internaional Raja Sisingamangaraja XII.

Ketua Komisi D DPRD Sumut yang membidangi pembangunan dan perhubungan Ariwibowo mengaku belum mengetahui dan belum menerima salinan surat keputusan perubahan nama Bandara Silangit tersebut. Namun, politisi Partai Gerindra tersebut merespons positif perubahan nama menjadi Bandara Internaional Raja Sisingamangaraja XII.

“Saya pikir bagus, karena itu lebih menunjukkan identitas bandara, apalagi nama Raja Sisingamangaraja XII sangat dikenal,” katanya.

Sebelumnya pergantian nama Bandara Internasional Silangit menjadi Bandara Sisingamangaraja XII mendapat penolakan dari sejumlah masyarakat Silangit, khususnya dari Desa Pariksabungan Siborong-Borong.

Salah seorang tokoh masyarakat Silangit, Pongat Simanjuntak mengungkapkan, sebelumnya sikap masyarakat terkait dengan penolakan pergantian nama Bandara Silangit ini sudah mereka sampaikan kepada mantan Plt Bupati Taput, Mauliate Simorangkir pada medio April lalu. Dalam agenda pembahasan terkait masalah itu yang digelar Pemkab Taput pada Juni 2017 lalu, mayoritas peserta rapat telah menyatakan penolakan pergantian nama bandara.

“Kegiatan itu dihadiri berbagai elemen masyarakat, termasuk warga Silangit dan pimpinan DPRD Taput,” ujarnya.

Hasil pembahasan tersebut seharusnya menjadi pertimbangan mendasar bagi Pemkab Taput untuk tidak memberikan dukungan atas hal dimaksud, bukan malah sebaliknya. “Apapun risikonya, seluruh masyarakat Silangit menolak pergantian nama bandara tersebut. Kami sudah siap,” ucapnya.


Editor : Maria Christina