PNS Kejari Padangsidimpuan Ditangkap karena Terlibat Peredaran Narkoba

Indra Mulia Siagian · Rabu, 12 September 2018 - 20:18 WIB
PNS Kejari Padangsidimpuan Ditangkap karena Terlibat Peredaran Narkoba

Polisi menggiring tersangka pengedar narkoba ke tahanan Mapolres Padangsidimpuan, Rabu (12/9/2018). (Foto: iNews/Indra Mulia Siagian)

PADANGSIDIMPUAN, iNews.id – Seorang oknum pegawai negeri sipil (PNS) Kejaksaan Negeri (Kejari) Padangsidimpuan, Sumatera Utara (Sumut), ditangkap polisi karena terlibat peredaran narkoba jenis sabu-sabu. Dari tangan tersangka, petugas menyita barang bukti tiga paket sabu seberat 3 gram.

Tersangka bernama Aden Martua Hasibuan alias Aden tak berkutik saat digelandang petugas ke Mapolres Padangsidimpuan. PNS Kejari Padangsidimpuan yang bertugas menjaga tahanan itu ditangkap polisi, Selasa (11/9/2018). Petugas memergokinya saat hendak bertransaksi sabu-sabu di salah satu rumah di Jalan Jenderal Sudirman Gang Lancat, Kelurahan Wek-1, Kecamatan Padangsidimpuan Utara.

Sementara Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Padangsidimpuan Ajun Komisaris Polisi (AKP) Carles Jhonson Panjaitan memaparkan, penangkapan tersangka berawal dari informasi masyarakat yang resah atas ulah tersangka. Warga mengaku sering melihat tersangka bertransaksi sabu-sabu di kawasan tersebut.

“Atas informasi itu, petugas langsung terjun ke lokasi. Petugas akhirnya menangkap tersangka saat nongkrong di depan kediaman warga,” kata Carles di Padangsidimpuan, Rabu (12/9/2018).

Saat penggeledahan berlangsung, petugas menemukan narkotika jenis sabu-sabu di saku depan celananya. Petugas langsung mengamankan tersangka bersama barang bukti tiga paket sabu-sabu, 1 unit handphone, dan slip transaksi pembelian narkoba ke Mapolres Padangsidimpuan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Tersangka saat itu sedang menunggu temannya. Menurut pengakuan tersangka, sabu itu diperoleh dari oknum TNI. Dari bukti yang kami temukan, setelah sabu tersebut laku, dia melakukan pengiriman uang,” ujarnya.

Carles mengatakan, tersangka Aden merupakan residivis kasus narkoba yang baru bebas setahun belakangan ini. Sebelumnya dia divonis sembilan bulan penjara.

Setelah melakukan pemeriksaan mendalam, polisi menyimpulkan tersangka Aden terlibat peredaran narkoba di Kota Padangsidimpuan. Karena itu, polisi pun menetapkan tersangka sebagai pengedar narkoba.

“Kami melihat jaringan-jaringan tersangka, dia ada kaitannya dengan peredaran narkoba. Tersangka kami jerat dengan Pasal 114 subsider 112 ayat 1 KUHP dengan ancaman kurungan maksimal 20 tahun penjara,“ ujarnya.

Sementara tersangka Aden mengaku sabu-sabu yang disita polisi itu miliknya. Saat diciduk, dia sedang menunggu temannya untuk mengonsumsi sabu-sabu. “Saya lagi nunggu teman untuk makai sabu,” kata tersangka Aden Martua Hasibuan alias Aden.


Editor : Maria Christina