Ribuan Nelayan dari 3 Daerah di Sumut Demonstrasi di Kantor Gubernur

Stepanus Purba ยท Kamis, 13 September 2018 - 14:47 WIB
Ribuan Nelayan dari 3 Daerah di Sumut Demonstrasi di Kantor Gubernur

Aksi ribuan nelayan saat menggelar demonstrasi di Kantor Gubernur Sumatera Utara. (Foto: iNews.id/Stepanus Purba)

MEDAN, iNews.id – Ribuan nelayan asal Kabupaten Asahan, Batubara dan Kota Tanjung Balai, menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Kamis (13/9/2018). Mereka mengatasnamakan diri Himpunan Nelayan Kecil Modern Sumut, meminta Gubernur Edy Rahmayadi agar memberikan jaminan keamanan kepada mereka untuk bisa mencari ikan di laut.

Koordinator massa nelayan Batubara, Adi mengatakan, saat ini mereka takut pergi melaut karena kerap menjadi sasaran kriminalisasi petugas Polisi Air. "Oknum Polair kerap mengintimidasi dan menangkap rekan kami. Bahkan ada beberapa rekan kami yang ditangkap saat sedang melaut," ujarnya.

Petugas menganggap nelayan melanggar aturan Permen KP Nomor 71 Tahun 2016 tentang alat tangkap ikan. "Alat tangkap kami hanyalah pukat payang dengan kapasitas kapal hanya 5 GT," ucapnya.


BACA JUGA:

Baru Sehari Menjabat, Edy-Ijeck Didemo Walhi soal PLTU Pangkalan Susu

Pemkot Medan Bongkar Lapak Pedagang yang Berjualan di Badan Jalan


Adi mengungkapkan, aturan terkait pelarangan alat tangkap itu pada akhirnya membuat mereka kerap berbenturan dengan nelayan tradisional. Bahkan tak jarang hal itu menimbulkan korban luka.

“Kami berharap Pak Gubernur Edy Rahmayadi memperjuangkan nasib kami. Ada 20.000 nelayan yang kini terancam kehilangan mata pencaharian," ujarnya.


Salah satu istri nelayan yang ikut berdemo Tika Erawati mengatakan, suaminya sudah tidak pergi melaut sejak sebulan terakhir. Dia mengaku sengaja melarang suaminya karena takut nyawa yang jadi taruhannya. “Gimana gak takut kalau kapal suami kami kerap ditembaki kalau melaut," kata Tika.

Dia juga mengaku heran dengan pemerintah yang mengeluarkan aturan melarang alat tangkap mereka. "Padahal alat tangkap ini sudah kami pakai puluhan tahun dan terbukti tidak merusak laut," ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, massa tampak masih bertahan di depan Kantor Gubernur. Sementara itu, perwakilan nelayan sudah diterima masuk ke dalam untuk audiensi.


Editor : Donald Karouw