Didemo Ribuan Nelayan, Edy Rahmayadi: Tidak Boleh Memaksakan Kehendak

Stepanus Purba ยท Kamis, 13 September 2018 - 17:55 WIB
Didemo Ribuan Nelayan, Edy Rahmayadi: Tidak Boleh Memaksakan Kehendak

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat menemui massa nelayan di Kantor Gubernur, Kamis (13/9/2018). (Foto: iNews.id/Stepanus Purba)

MEDAN, iNews.id - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi akhirnya menemui ribuan nelayan yang menggelar unjuk rasa di depan Kantor Gubernur, Kamis (13/9/2017). Kedatangan Edy didampingi Wakil Gubernur Musa Rajeckshah langsung disambut ribuan nelayan yang sudah tiga jam menunggu.

Di hadapan para demonstran, Edy mengaku sudah mengetahui bahwa ada sejumlah pihak yang tidak ingin para nelayan pukat layang tidak mencari ikan di laut. Edy mengatakan bahwa aturan terkait zona penangkapan ikan sudah diatur pemerintah. "Memang sudah ada aturannya untuk itu, ada 2 mil, 3 mil, 4 mil. Nanti kita lihat dan kita pelajari aturan itu," kata Edy.

Namun, Edy meminta para nelayan untuk tetap bekerja sesuai aturan yang sudah ditetapkan pemerintah. "Tapi, tidak boleh memaksakan kehendak. Sebab nanti kalau ini diizinkan yang lain ribut. Nanti kita pelajari dan kita putuskan. Jadi siapa yang melanggar keputusan itu berarti melanggar hukum," ungkapnya.

BACA JUGA: Ribuan Nelayan dari 3 Daerah di Sumut Demonstrasi di Kantor Gubernur

Menurut Edy, bentrokan antara nelayan yang kerap terjadi di laut belakangan ini akibat adu domba dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Untuk menekan kejadian itu, Edy akan menemui para tokoh nelayan.

Disinggung penangkapan nelayan oleh polisi, Edy menilai hal itu terjadi karena kesalahan yang mereka lakukan. Mantan Pangkostrad ini juga mendukung penuh sikap Polri yang menangkap sejumlah nelayan karena dianggap melanggar aturan. "Polisi harus tegas. Siapa yang salah ditangkap. Kalau Polisinya tidak melakukan penangkapan berarti polisinya yang tidak menjalankan amanah tersebut," tandas Edy.

Ribuan nelayan asal Kabupaten Asahan, Batubara dan Kota Tanjung Balai, menggelar demonstrasi di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara. Ribuan nelayan yang mengatasnamakan Himpunan Nelayan Kecil Modern Sumatera Utara untuk meminta Gubernur Sumatera Utara memberikan jaminan keamanan kepada mereka untuk bisa mencari ikan di laut. 

Koordinator nelayan Batubara, Adi mengungkapkan para nelayan saat ini takut pergi melaut karena kerap menjadi sasaran kriminalisasi oleh Poliair. "Oknum Polair kerap mengintimidasi kami dengan cara menangkap rekan kami. Bahkan ada beberapa rekan kami yang ditangkap saat tengah melaut," ujarnya.


Editor : Kastolani Marzuki