4 Desa di Deliserdang Masih Terendam Banjir, Aktivitas Warga Lumpuh

Amiruddin ยท Rabu, 10 Oktober 2018 - 18:04 WIB
4 Desa di Deliserdang Masih Terendam Banjir, Aktivitas Warga Lumpuh

Sejumlah pengendara sepeda motor harus mendorong kendaraannya akibat mati mesin saat menerjang banjir di jalan lintas Deliserdang-Kota Medan. (Foto: iNews.id/Amiruddin)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

DELISERDANG, iNews.id – Ratusan rumah warga yang tersebar di empat desa Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut) hingga kini masih terendam banjir. Ketinggian air di rumah-rumah warga bervariasi antara 50 cm hingga satu meter. Banjir tersebut sudah merendam empat desa sejak Selasa (9/10/2018) pagi.

Hingga Rabu (10/10/2018) sore ini, belum ada tanda-tanda air akan surut. Selain menggenangi ratusan rumah warga, banjir juga merendam sejumlah sekolah dan jalan lintas menuju Kota Medan. Banjir juga membuat aktivitas warga lumpuh karena hampir semua moda transportasi mogok akibat menembus jalan yang terendam banjir.

Pantauan iNews di lokasi, empat desa yang terendam banjir masing-masing, Desa Bandar Setia, Bandar Kalipah, Sampali dan Medan Estet. Banjir terparah melanda Desa Sampali dengan ketinggian air mencapai satu meter.

Seorang warga Sampali, Irpan menuturkan, banjir sudah menjadi langganan bagi warga di empat desa akibat tidak berfungsinya saluran irigasi. “Tapi, banjir kali ini yang terbesar dalam lima tahun terakhir,” katanya.

BACA JUGA:

Medan Kebanjiran Lagi, Wali Kota: Curah Hujan Sangat Tinggi

Belum Ada Bantuan, Ratusan Korban Banjir Langkat Mengemis di Jalan

Dia berharap pemerintah kabupaten (Pemkab) Deliserdang segera memperbaiki saluran air dan menormalisasi sejumlah sungai yang mengalami sedimentasi untuk mencegah terjadinya banjir susulan. "Kalau bisa secepatnya saluran air diperbaiki dan sungai juga dikeruk," ucapnya.

Camat Percut Seituan, Timur Tumanggor mengatakan, banjir kali ini terjadi akibat tingginya curah hujan yang mengguyur wilayahnya. “Curah hujan memang tinggi sekali sehingga terjadi banjir,” katanya.

Menurut dia, saat ini, Pemkab Deliserdang melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Deliserdang telah melakukan pengerukan Sungai Kera di Desa Sampali.


Editor : Kastolani Marzuki