400-an Jemaah Abu Tour Terlantar, MUI Medan Terkejut

Stepanus Purba ยท Rabu, 21 Februari 2018 - 12:57 WIB
400-an Jemaah Abu Tour Terlantar, MUI Medan Terkejut

Dua jemaah Abu Tour yang mendatangi kantornya di Jalan Abdullah Lubis untuk menanyakan kepastian keberangkatan mereka. (Foto: iNews.id/Stepanus Purba)

MEDAN, iNews.id – Dua  jemaah kembali mendatangi Kantor Cabang Abu Tour and Travel di Jalan Abdullah Lubis, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (21/2/2018). Kedatangan mereka untuk menanyakan kejelasan keberangkatan perjalanan umrah. Namun sayang, kondisi kantor tertutup rapat.

Mereka termasuk di antara 400-an jemaah lainnya yang menjadi korban penelantaran pihak agen travel tersebut. Niat mereka menuju ke Tanah Suci Mekkah nyaris pupus. Dana yang mereka setorkan pun makin tidak jelas setelah diduga menjadi korban penipuan pengelola travel perjalanan umrah tersebut.

“Saya datang langsung ke kantor untuk menanyakan perihal keberangkatan, karena banyak sekali informasi yang kami dengar. Kami ingin kepastian,” tutur seorang calon penumpang yang enggan namanya dipublikasikan.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, Mohammad Hatta mengaku terkejut dan perihatin saat mendengar kabar penelataran sekitar 400-an calon jemaah di Abu Tours and Travel. Hatta meminta kepada  seluruh calon jemaah yang merasa tertipu untuk segera melaporkan kejadian itu ke pihak berwajib.

Dia juga mengimbau calon Jemaah untuk lebih selektif dalam memilih agen perjalanan mereka ke depannya. “Untuk masyarakat yang ingin beribadah memang sesungguhnya memiliki semangat yang sangat besar. Namun saya minta lebih selektif dalam memilih agensi perjalanan. Jangan mudah percaya kepada agensi yang menawarkan biaya perjalanan umrah yang murah. Kalau bisa pastikan dulu keberadaan agen travel tersebut sudah benar-benar terdaftar dan sudah memiliki izin atau tidak,” kata Hatta.

Sementara itu, Kepala Bidang Haji dan Umroh Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sumut, Bahrum Saleh mengatakan, Abu Tours dan travel memiliki perizinan dan keabsahan yang lengap. “Dokumen mereka lengkap, karena itu kami terbitkan izin. Mereka miliki akta notarisnya, karena itu kami terbitkan konsorsiumnya dan izin dari Dirjen Kementerian Agama,” kata Bahrun.

Dia mengaku sangat tidak menyangka agen perjalanan Abu Tours and Travel telah melakukan penelantaran calon jemaah yang akan berangkat umrah. Meski begitu, dia mengaku mereka tidak memiliki kewenangan untuk menindak dugaan kasus penipuan dan menyarankan untuk membuat laporan kepada aparat kepolisian sebagai institusi yang memiliki kewenangan. “Kalau memang merasa tertipu alangkah lebih baiknya coba dilakukan klarifikasi kepada pihak manajemen. Namun jika ingin menempuh jalur hukum, maka kami minta para korban untuk mengikut semua proses hukum,” ujarnya.

Bahrum juga menegaskan Kemenag akan melakukan invetigasi terkait dugaan penipuan yang dilakukan Abu Tours. “Jika terbukti telah melakukan penipuan, maka kami akan mengambil langkah tegas dan tidak menutup kemungkinan akan menutup seluruh cabang agen perjalanan mereka di seluruh Indonesia. Pastinya, kami tunggu arahan dari pusat,” tuturnya.

Pantauan iNews.id, saat ini suasana Kantor Abu Tours tampak tidak ada aktivitas dan tutup. Pimpinan Abu Tours cabang Medan, Anwar, juga tidak dapat dihubungi dan ditemui. Isu yang berkembang di antara para jemaah, pimpinan Abu Tours Medan itu telah kabur.


Editor : Donald Karouw