8 Rumah Rusak Tertimpa Material Longsor di Tapanuli Tengah Sumut

Reynaldi Hermawan, Stepanus Purba ยท Senin, 14 Oktober 2019 - 23:15 WIB
8 Rumah Rusak Tertimpa Material Longsor di Tapanuli Tengah Sumut

Penanganan longsor akibat hujan deras. (Foto: Dok iNews).

TAPANULI TENGAH, iNews.id - Hujan yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut) pada Senin (14/10/2019) sore menyebabkan terjadinya longsor di kawasan perbukitan ruas Jalan Sibolga - Barus. Sebanyak delapan rumah tertimpa material longsor tersebut.

Pantauan iNews, ada empat titik lokasi longsor. Namun yang paling parah berada di KM 3 jalur lintas Sibolga, menuju Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah. Longsor juga tampak menutupi badan jalan.

Kondisi tersebut membuat kendaraan yang hendak melewati jalan tersebut terjebak antrean panjang. Namun setelah material berupa tanah dan pepohonan dibersihkan petugas, lalu lintas kembali lancar.

"Memang deras sekali tadi hujannya. Jadi air mengalir," kata seorang warga yang rumahnya tertimpa material longsor, Rahmat, kepada wartawan di lokasi longsor tersebut.

BACA JUGA: Warga Terdampak Longsor di Cianjur Diminta Mengungsi Sementara

Petugas dari BPBD Tapanuli Tengah dibantu jajaran Kecamatan Tapian Nauli dan personel TNI - Polri langsung mendatangi lokasi kejadian. Dari data yang dihimpun, tidak ada korban jiwa akibat longsor tersebut.

Setelah itu, petugas langsung membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan dan menimpa rumah warga. Alat berat dan gergaji mesin diturunkan untuk membantu proses pembersihan tersebut.

"Ini sedang dibersihkan material longsor, supaya tidak menganggu akses kendaraan yang melintas," kata Camat Tapian Nauli, Renaldi.

BACA JUGA: Pasangan Pengantin Baru di Cianjur Meninggal Dunia Tertimbun Longsor

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, karena warga sempat menyelamatkan diri sebelum rumah mereka ditimpa material longsor. Namun harta benda milik penghuni rumah hancur akibat bencana tersebut.

Camat dan pihak BPBD menghimbau masyarakat yang bermukim di bawah lereng perbukitan agar tetap waspada. Sebab, saat ini intensitas curah hujan masih tinggi, sehingga potensi longsor bisa terjadi kapan saja.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal