AC Rusak, Citilink Gagal Terbang di Kualanamu, Penumpang Kecewa

Amiruddin ยท Senin, 14 Januari 2019 - 18:57 WIB
AC Rusak, Citilink Gagal Terbang di Kualanamu, Penumpang Kecewa

Pesawat Citilink rute Deliserdang-Halim Perdana Kusuma gagal terbang dan kembali ke landasan di Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, SUmatera Utara. (Foto: Dok.iNews.id)

DELISERDANG, iNews.id - Ratusan penumpang pesawat Citilink nomor penerbangan QG 011 rute Deliserdang-Halim Perdana Kusuma, Jakarta dibuat kecewa karena pesawat yang mereka tumpangi gagal terbang, Senin (14/1/2019).

Pesawat yang mengangkut 185 penumpang itu harus kembali ke bandara akibat mengalami gangguan teknis. Belum diketahui pasti penyebab gagal terbangnya pesawat tersebut, namun dugaan sementara karena alat pendingin udara atau air conditioner (AC) tak berfungsi maksimal.

Hal itu diketahui dari video amatir salah satu penumpang Citilink. Dalam rekaman video itu, terlihat jelas ratusan punumpang mengeluh karena kepanasan sata berada di dalam pesawat. Sebagian besar penumpang harus mengipas-ipas tubuhnya menggunakan kertas atau alat lainnya.


BACA JUGA:

Indikator Rusak, Lion Air JT 561 Rute Solo-Jakarta Gagal Terbang

Wings Air Rute Jayapura-Nabire Gagal Terbang akibat Insiden Ini

Gagal Terbang, Ratusan Penumpang di Bandara Juanda Antre Refund

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.52 WIB. Saat itu, semua penumpang sudah berada di dalam pesawat. Suasana di dalam pesawat, penumpang merasa ada kendala pada pendingin udara atau AC.

Awalnya penumpang memaklumi, namun kondisinya tidak berubah sampai pesawat berjalan ke landasan pacu dan hendak bersiap-siap terbang. Atas kondisi tersebut, para penumpang mengeluh.

Seketika, awak kabin langsung menenangkan penumpang. Pilot lalu putar haluan dan kembali ke apron. Selanjutnya para penumpang diturunkan di terminal ruang tunggu keberangkatan Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara.

Hingga sore tadi, pihak maskapai maupun dari PT Angkasa Pura II belum ada yang bersedia memberikan keterangan terkait kejadian tersebut.


Editor : Kastolani Marzuki