Aksi Massa 2 Kelompok Berbeda di Bawaslu Sumut Memanas, Polisi Buat Barikade

Ahmad Ridwan Nasution ยท Jumat, 10 Mei 2019 - 16:45 WIB
Aksi Massa 2 Kelompok Berbeda di Bawaslu Sumut Memanas, Polisi Buat Barikade

Massa dua kubu berbeda berunjuk rasa di Kantor Bawaslu Sumut Kota Medan. (Foto: iNews.id/Ahmad Ridwan Nasution)

MEDAN, iNews.id – Massa dari dua kubu berbeda berunjuk rasa di Kantor Bawaslu Sumatera Utara (Sumut) Jalan Haji Adam Malik Medan, Jumat (10/5/2019).

Massa dari kubu antimakar dan people power mendukung kinerja KPU dan Bawaslu untuk menuntaskan tahapan Pemilu 2019. Sedangkan massa dari kubu lain yang mengatasnamakan Aliansi Umat Islam menuntut Bawaslu mendiskualifikasi pasangan capres-cawapres 01.

Pantauan iNews, aksi kedua massa beda kepentingan itu sempat memanas. Massa antimakar yang tiba terlebih dulu di Kantor Bawaslu berupaya menghadanga massa lain yang menuntut diskualifikasikannya pasangan 01.

Namun, aksi itu berhasil dicegah petugas dan koordinator aksi. Ratusan personel gabungan dari Polda Sumut dan Polrestabes Medan bertindak sigap dengan memasang barikade kawat berduri untuk memisahkan kedua kubu.

BACA JUGA: Keluarkan Maklumat Unjuk Rasa, Polda Sumut Siap Tindak Tegas Pelaku Makar

Ketua GNPF MUI Sumut, Ustaz Heriansyah mengatakan, aksi massa ini untuk menuntut Bawaslu mendiskualifikasi pasangan 01 karena dinilai melakukan kecurangan.

“Kami minta Bawaslu mendiskualifikasi pasangan 01 sesuai UU, karena melakukan kecurangan massif dan sistematis,” katanya.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Sumut akan menindak tegas dan menangkap pelaku makar, serta oknum yang akan mendelegitimasi hasil Pemilu 2019. 

Polda Sumut juga sudah mengeluarkan maklumat kepada masyarakat Sumatera Utara dalam menyampaikan pendapat di muka umum. 

Dalam maklumat itu, Polda Sumut tidak segan menindak para pelaku yang menyampaikan aspirasi di muka umum dengan niat menggulingkan pemerintahan yang sah, serta mendelegitimasi hasil Pemilu 2019 dan KPU. Sebab, semuanya telah diatur dalam undang-undang dan semua harus diikuti.


Editor : Kastolani Marzuki