Ayah di Padanglawas Jadikan Putri Budak Seks 3 Tahun hingga Melahirkan

Indra Mulia Siagian ยท Rabu, 07 November 2018 - 15:33 WIB
Ayah di Padanglawas Jadikan Putri Budak Seks 3 Tahun hingga Melahirkan

Tersangka pemerkosa anak kandung ditahan di Mapolres Tapsel, Sumut, Rabu (7/11/2018). (Foto: iNews/Indra Mulia Siagian)

TAPANULI SELATAN, iNews.id – Seorang ayah di Kabupaten Padanglawas, Sumatera Utara (Sumut), tega menjadikan putri kandungnya yang masih di bawah umur, sebagai budak seks selama sekitar tiga tahun. Bahkan, akibat perbuatan pelaku, sang putri telah melahirkan seorang anak yang sudah berusia dua tahun saat ini.

Keluarga akhirnya melaporkan aksi bejat pelaku, Asrik alias Samsul Lubis, ke polisi. Namun saat ditangkap di rumahnya di Kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten Padanglawas, polisi terpaksa menembak tersangka karena mencoba melakukan perlawanan.

“Tersangka mencoba melarikan diri saat ditangkap, dia menggunakan parang. Tim Polres Tapsel terpaksa melumpuhkannya dengan menembak kaki kiri tersangka,” kata KBO Sat Reskrim Polres Tapsel Ipda Aswin Manurung, Rabu (7/11/2018).

Aswin memaparkan, aksi pencabulan yang dilakukan tersangka terhadap korban yang masih berusia 15 tahun berinisial ISL, terjadi sejak tahun 2015 silam sampai Oktober 2018. Kejadian berawal saat tersangka baru pulang merantau. Dia menemukan korban tengah tertidur pulas dan sendir di rumah. Tersangka kemudian tega memerkosa putrinya yang waktu itu berusia 13 tahun.

BACA JUGA:

Mahasiswi UGM Jadi Korban Perkosaan Temannya saat KKN di Maluku

Bocah Kelas 5 SD di Rokan Hilir Diperkosa dan Dibunuh dengan Sadis

Usai kejadian tersebut, tersangka kembali memerkosa putrinya. Bahkan, perbuatan bejat itu dia lakukan berulang kali. Tersangka tega menjadikan korban sebagai budak seks selama bertahun-tahun. “Tersangka juga mengancam putri kandungnya agar tidak memberitahukan perbuatannya sehingga korban ketakutan,” katanya.

Aksi tersangka akhirnya diketahui pihak keluarga. Namun, lantaran tersangka mengancam akan membunuh siapa saja yang membeberkan hubungannya dengan korban, keluarga ketakutan.

Tersangka pun leluasa memerkosa putrinya hingga akhirnya melahirkan seorang anak. Aksi pencabulan tersebut akhirnya terkuak saat paman korban mendatangi rumah tersangka. Dia heran melihat ada seorang anak perempuan berusia 2 tahun di rumah. Setelah diselidiki, sang paman akhirnya mengetahui kalau anak tersebut anak dari perbuatan bejat pelaku pada keponakannya.

“Paman korban langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Tapsel. Polisi kemudian menangkap tersangka di kediamannya,” kata Aswin Manurung.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka dijerat dengan Undang-Undang tentang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014 dengan ancaman 15 tahun penjara. Namun lantaran tersangka merupakan ayah kandung korban, hukuman tersangka ditambah sepertiga dari ancaman.


Editor : Maria Christina