Ayah Tiri yang Siksa Balita 2 Tahun Hingga Tewas Terancam Hukuman Mati

Stepanus Purba ยท Jumat, 06 September 2019 - 20:07 WIB
Ayah Tiri yang Siksa Balita 2 Tahun Hingga Tewas Terancam Hukuman Mati

Petugas Satreskrim Polres Langkat, Sumut mengolah tempat kejadian kasus penyiksaan balita dua tahun hingga tewas oleh ayah tirinya. (Foto: Dok.iNews.id)

LANGKAT, iNews.id – Tersangka penganiayaan dan penyiksaan anak tiri, Riki Ramadhan Sitepu (30) dijerat pasal berlapis dengan ancaman hukuman mati.

Tersangka Riki tega menyiksa dan menganiaya anak tirinya berinisial MIR (2) selama sepekan tanpa henti dengan cara menyundut rokok ke tubuh korban, memukul bahu, kaki, tangan dan kuping, hingga menggantung bocah nahas itu ke dalam karung. 

Setelah korban tewas, pelaku dibantu istrinya yang juga ibu korban menguburkan jasad bocah malang itu di lereng bukit perkebunan karet Dusun I, Desa Ponco Warno, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, pada Selasa 27 Agustus 2019 lalu.

Jenazah korban baru ditemukan setelah lebih dari seminggu, yakni pada Rabu malam, 4 September 2019.

Kasatreskrim Polres Langkat, AKP Teuku Fathir Mustafa mengatakan, untuk sementara, Polres Langkat baru menetapkan ayah tiri korban, Riki Ramadan Sitepu (30), sebagai tersangka.

“Untuk tersangka Riki, kami jerat dengan Pasal 340 juncto Pasal 338 KUHP sub Pasal 80 ayat (3) dan ayat (4) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancamannya maksimal hukuman mati,” katanya, Jumat (6/9/2019).

BACA JUGA:

Balita 2 Tahun Tewas usai Seminggu Disiksa Ayah Tiri, Mayatnya Dikubur di Kebun

Balita Disiksa Ayah Tiri Hingga Tewas, Polisi: Ibu Korban Lihat Anaknya Dianiaya

Polisi masih menyelidiki mengenai dugaan keterlibatan sang istri yang juga ibu kandung korban, Sri Astuti dan motif penganiayaan korban hingga tewas.

Menurut Fathir, saat menguburkan MIR di Dusun I, Desa Ponco Warno, Kecamatan Salapian, Sri Astuti ikut membantu sang suami. "Kalau dari keteranganya iya. Tapi untuk keterlibatannya masih kita dalami pemeriksaanya," kata Fathir.

Saat terjadinya penganiayaan, kata dia, Sri Astuti disebutkan tidak dapat berbuat apa-apa saat MIR dianiaya suaminya.

"Ya, kalau (Sri Astuti) diancam belum tahu. Tapi yang pasti kondisinya di tengah hutan mungkin ngak bisa berbuat banyak," ucap Fathi.


Editor : Kastolani Marzuki