Balap Liar, 2 Pelajar Tewas karena Berbenturan saat Adu Cepat

Dahris Matondang ยท Minggu, 03 Februari 2019 - 16:29 WIB
Balap Liar, 2 Pelajar Tewas karena Berbenturan saat Adu Cepat

Polisi mengamankan sebuah sepeda motor milik korban tewas akibat balap liar. (Foto: iNews/Dahris Matondang).

BATU BARA, iNews.id - Dua orang pelajar tewas di Jalan Ascre Road Inalum, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara (Sumut). Korban merupakan pembalap liar yang melakukan aksi kebut-kebutan.

Korban atas nama Wardani dan Wahyu, keduanya sama-sama pelajar tingkat SMA, namun berbeda sekolah. Peristiwa ini terjadi saat mereka berdua saling bertarung adu cepat di jalanan pada Minggu (3/2/2019).

Mirisnya, korban Wardani sempat meninggalkan pesan di akun Facebook-nya, "Kencang itu ibadah, semakin kencang, semakin dekat dengan Tuhan." Status ini dibuat pada Minggu dini hari.

Kecelakaan yang terjadi di kawasan Desa Berehol, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara. Kedua motor yang dikendarai korban awalnya sempat saling berbenturan, sehingga mereka kehilangan keseimbangan.

BACA JUGA: Balap Liar Berujung Maut di Deliserdang, Rian Pahni Tewas Dikeroyok

Motor yang dikemudikan Wahyu mengalami lepas ban dan masuk ke dalam jurang di tepi jalan. Sedangkan, Wardani jatuh di aspal. Baik Wahyu dan Wardani yang sekarat tak mendapat pertolongan dari rekan-rekannya.

Ketika itu, polisi yang patroli melintas. Bukannya menolong korban, para pendukung dari masing-masing pembalap ini malah menyembunyikan motor yang berada di tengah jalan pagar jalur lintasan kereta.

Hal ini dimaksud agar barang bukti kendaraan motor balap liar tidak ditemukan, sementara kedua korban tewas ditinggalkan terkapar di tengah jalan. Namun, warga yang mengetahui langsung melarikan korban ke klinik terdekat.

Kakek Wardani, Jumiran mengatakan, dia tahu kalau korban mengalami kecelakaan dari temannya. Dikatakan kalau Wardani jatuh dari motor, dengan kondisi luka-luka, tidak meninggal dunia.

BACA JUGA: Tekan Kecelakaan Pelajar, Polres Tanah Datar Sediakan Bus Sekolah

"Katanya teman yang datang, hanya luka sedikit," kata Wardani kepada iNews di rumah duka kawasan Desa Berehol, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara, Sumut.

Dia berharap, kecelakaan akibat balap liar tidak lagi terjadi. Pihak kepolisian diminta tegas dalam menyikapi aksi-aksi yang dilakukan remaja tersebut, supaya meminimalisasi korban lantaran aksi kebut-kebutan di jalan.

Sedangkan rekan korban Wahyu, Sandriani mengatakan, rekannya ini memang punya hobi dalam balap liar. Namun dia tak menyangka kalau hal tersebut sampai merenggut nyawa rekan sekolahnya itu.

"Iya, dia memang hobi balapan," ujar dia.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal