Balita Disiksa Ayah Tiri Hingga Tewas, Polisi: Ibu Korban Lihat Anaknya Dianiaya

Stepanus Purba ยท Jumat, 06 September 2019 - 17:35 WIB
Balita Disiksa Ayah Tiri Hingga Tewas, Polisi: Ibu Korban Lihat Anaknya Dianiaya

Polres Langkat mengolah tempat kejadian penyiksaan dan penganiayaan balitaoleh ayah tirinya. (Foto: Dok.iNews.id)

LANGKAT, iNews.id – Penganiayaan dan penyiksaan yang dilakukan Riki Ramadan Sitepu (30) terhadap anak tirinya berinisial MIR (2) ternyata disaksikan ibu kandung korban yang juga istri tersangka, Sri Astuti (28).

Dia hanya bisa melihat dan seolah membiarkan anaknya disiksa dan dianiaya ayah tirinya hingga tewas tanpa mencegah atau melarangnya.

Kasatreskrim Polres Langkat, AKP Teuku Fathir Mustafa menyebutkan, Sri Astuti menyaksikan saat anaknya MIR (2) dianiaya hingga tewas ayah tirinya, Riki Ramadhan Sitepu (30). Saat terjadinya penganiayaan, Sri Astuti disebutkan tidak dapat berbuat apa-apa saat Ibrahim dianiaya suaminya.

Fathir menerangkan, rumah tersangka sendiri berada di tengah kebun karet dan tidak ada warga lain yang tinggal disekitar rumah mereka.

"Ya, kalau (Sri Astuti) diancam belum tahu. Tapi yang pasti kondisinya di tengah hutan mungkin ngak bisa berbuat banyak," ucap Fathir, Jumat (6/9/2019).

BACA JUGA:

Biadab, Pelaku Siksa Anak Tiri Seminggu hingga Tewas karena Tak Suka Anak-Anak

Balita 2 Tahun Tewas usai Seminggu Disiksa Ayah Tiri, Mayatnya Dikubur di Kebun

Namun, kata Fathir, saat menguburkan MIR di Dusun I, Desa Ponco Warno, Kecamatan Salapian, Sri Astuti ikut membantu sang suami. "Kalau dari keteranganya iya. Tapi untuk keterlibatannya masih kita dalami pemeriksaanya," kata Fathir.

Kasus penganiayaan dan penyiksaan terhadap anak balita berinisial MIR (2) hingga tewas oleh ayah tirinya, Riki Ramadan Sitepu (30) menggegerkan warga Dusun III Batu Guru Ponco Warno, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut). Korban mengembuskan napas terakhirnya lantaran tidak sanggup menahan siksaan selama hampir sepekan.

Setelah korban tewas, pelaku kemudian menguburkan korban di lereng bukit perkebunan karet Dusun I, Desa Ponco Warno, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, pada Selasa 27 Agustus 2019 lalu.

Jenazah korban baru ditemukan setelah lebih dari seminggu, yakni pada Rabu malam, 4 September 2019. Sebelum dibunuh, Riki terlebih dahulu menganiaya korban selama seminggu, tepatnya sejak Senin 19 Agustus 2019 hingga Minggu 25 Agustus 2019.

Pelaku dengan biadab menganiaya anak dua tahun itu dengan cara memukul di bagian bahu, kaki, tangan, dan bokong korban. Selain itu, pelaku juga menyundut rokok ke bagian tangan, kuping, bahu serta memasukkan korban dalam goni, lalu digantung di luar gubuk.

“Pelaku diduga kesal dengan tingkah anaknya,” ujar Kasat Reskrim, Kamis (5/9/2019) malam.

Akibat penganiayaan yang dialami tanpa henti, korban pun meninggal dunia pada Selasa 27 Agustus 2019 sekitar pukul 17.00 WIB. Setelah korban tewas, tersangka bersama istrinya yang juga ibu kandung korban, Sri Astuti (28), kemudian membawa jenazah korban ke lereng dan menguburnya.

Sepekan kemudian, Rabu 4 September 2019, polisi mendapatkan informasi dari masyarakat setempat. Warga curiga karena mencium bau busuk menyengat di sekitar bukit dekat perkebunan karet.

Fathir mengatakan, untuk sementara, Polres Langkat baru menetapkan ayah tiri korban, Riki Ramadan Sitepu (30), sebagai tersangka. Polisi masih menyelidiki mengenai dugaan keterlibatan sang istri yang juga ibu kandung korban dan motif penganiayaan korban hingga tewas.


Editor : Kastolani Marzuki