Banjir Bandang-Longsor di Madina, 1 Orang Tewas dan 77 Rumah Hanyut

Stepanus Purba ยท Kamis, 08 November 2018 - 20:55 WIB
Banjir Bandang-Longsor di Madina, 1 Orang Tewas dan 77 Rumah Hanyut

Warga dibantu petugas Polres Madina mengevakuasi jasad Hafiz yang tertimbun longsor. (Foto:iNews.id/Ahmad Husein Lubis)

MADINA, iNews.id – Satu orang tewas dan 77 rumah warga lainnya hanyut disapu banjir bandang yang menerjang 13 kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, Rabu (7/11/2018) malam.

Korban tewas diketahui bernama Hafiz (31) warga Desa Sibinail, Kecamatan Muara Sipongi. Tubuh korban ditemukan dalam kondisi tertimbun longsor. "Korban saat ini sudah kita evakuasi dan kita serahkan kepada keluarga untuk dimakamkan," kata Kepala Pelaksana BPBD Madina, M Yasir Nasution, Kamis (8/11/2018).

Dari pantauan iNews dan informasi yang dikumpulkan, wilayah terparah dilanda banjir berada di Kecamatan Lingga Bayu. Tercatat, 46 rumah warga hilang tak bersisa hanyut tersapu banjir bandang.

Kondisi di kecamatan ini, tepatnya di Kelurahan Simpang Gambir, luluh lantak. Sebanyak 16 rumah warga kampung yang berada di bantaran sungai tak lagi bersisa, hanyut bersama derasnya terjangan banjir. Sejumlah bangunan hanya menyisakan pondasi rumah sementara suasana jalan dipenuhi lumpur tebal.

Yasir mengungkapkan, sampai saat ini BPBD masih terus mendata kerusakan yang ditimbulkan akibat banjir bandang dan longsor. Berdasarkan data sementara, 13 Kecamatan terendam banjir hingga menyebabkan 77 rumah warga hanyut disapu air bah. "Setidaknya ada 46 rumah hanyut di Lingga Bayu dan Kecamatan Batang Natal ada 31 rumah," beber Yasir.

BACA JUGA: 

Satu Kampung Nyaris Hilang Disapu Banjir Bandang di Madina

Curah Hujan Tinggi Sebabkan Longsor dan Banjir di Mandailing Natal

Menurut Yasir, seluruh korban yang rumahnya hanyut disapu banjir bandang sudah mengungsi ke rumah kerabat terdekat mereka. Selain merusak rumah warga, banjir bandang juga merusak sejumlah fasilitas umum seperti, jalan raya dan jembatan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga mengingat cuaca ekstrem masih akan terus melanda Madina selama beberapa hari ke depan," tandas M Yasir.


  


Editor : Kastolani Marzuki