Banjir Parah Merendam 118 Hektare Tanaman Padi di Langkat

Antara, Erwin Syah Putra Nasution ยท Rabu, 10 Oktober 2018 - 08:13 WIB
Banjir Parah Merendam 118 Hektare Tanaman Padi di Langkat

Ilustrasi banjir. (Foto: Dok/iNews.id)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

LANGKAT, iNews.id – Banjir parah yang melanda sejumlah kawasan di Sumatera Utara (Sumut) tak hanya merendam ribuan rumah warga. Di Kabupaten Langkat, banjir merendam tanaman padi seluas 118 hektare (ha). Banjir dipicu meluapnya sungai karena curah hujan yang tinggi di dua kecamatan. yaitu Stabat dan Binjai.

Dinas Pertanian Langkat mendata, kawasan tanaman padi yang terluas terendam banjir berada di Kecamatan Stabat, mencapai 78 hektare. Wilayah yang terendam banjir, yaitu di Desa Pantai Gemi, Sidomulyo, Ara Condong, Kwala Bingei. Tanamanan padi di daerah ini umumnya berusia 1-30 hari dari varietas Ciherang, Mikongga, Inpari.

“Di daerah ini, petani baru saja melakukan penanaman padi. Namun, hujan deras dan meluapnya Sei Blengking kembali merendam tanaman padi petani,” kata Koordinator Pengamat Organisme Pengganggu Hama Tanaman Dinas Pertanian Langkat Miswandi di Stabat, Rabu (10/10/2018).

BACA JUGA:

Curah Hujan Tinggi, 1.254 Rumah di Langkat Terendam Banjir

Belum Ada Bantuan, Ratusan Korban Banjir Langkat Mengemis di Jalan

Sementara di Kecamatan Binjai, ada seluas 40 ha yang terendam banjir. Kawasan ini meliputi Desa Suka Makmur, Sambirejo, dengan usia tanaman padi 1-7 hari.

Selain tanaman padi, tanaman jagung turut terendam banjir yang berada di Kecamatan Stabat seluas 7 ha. Banjir terjadi di Desa Banyumas, Kwala Bingei, dengan usia pertanaman 7-21 hari.

“Petugas masih terus melakukan monitoring di lapangan untuk berupaya untuk bisa menyelamatkan pertanaman padi maupun jagung petani tersebut. Yang dikhawatirkan sekarang bila hujan terus turun di kawasan itu, bisa berdampak juga terhadap pertumbuhan tanaman,” ungkapnya.

Sementara itu, ribuan rumah di Kecamatan Stabat dan Binjai, Kabupaten Langkat, juga terendam banjir akibat curah hujan tinggi yang melanda kawasan tersebut beberapa hari terakhir. Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat, Irwan Sahri menyebutkan, sedikitnya 1.254 rumah di dua kecamatan tersebut terendam banjir dengan ketinggian bervariasi.

Ratusan korban banjir di Langkat juga masih mengungsi sementara di dapur darurat. Sebagian warga terpaksa mengemis di jalan karena belum ada bantuan makanan dan air minum dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat. Warga juga terpaksa mendirikan posko dan dapur umum di salah satu warung milik warga sejak mereka mengungsi Selasa (9/10/2018) dini hari.

Seorang korban banjir, Ardi menuturkan, sumbangan yang diperoleh dari pengguna jalan dan masyarakat dikelola untuk kebutuhan makan mereka yag merupakan korban banjir. “Warga yang berada di dapur umum hingga saat ini belum menerima bantuan dari Pemkab Langkat,” katanya.


Editor : Maria Christina