Banyak Warga Protes Bantuan Rehab Rumah Terdampak Ledakan Bom Sibolga

Raymond ยท Selasa, 19 Maret 2019 - 12:13 WIB
Banyak Warga Protes Bantuan Rehab Rumah Terdampak Ledakan Bom Sibolga

Garis polisi dipasangkan di lokasi terdampak ledakan bom terduga teroris di Sibolga, Sumut. Tercatat ada 161 rumah rusak terdampak ledakan. (Foto: iNews/Raymond)

SIBOLGA, iNews.id – Proses pembagian dana bantuan rehab rumah yang terdampak ledakan bom di Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), menuai protes warga. Mereka merasa ada ketidakadilan dalam penyaluran bantuan karena tak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Seorang warga Nurbaiti mengungkapkan, kondisi bangunan rumahnya mengalami kerusakan cukup berat lantaran berada persis di belakang rumah terduga teroris yang meledakkan diri. Dinding dan atapnya jebol, bahkan bagian dapurnya hancurnya berantakan.

“Saya hanya menerima bantuan Rp5 juta, tetangga yang lain mendapat Rp25 juta. Saya tak bisa terima hal ini. Ini tak adil, rumah saya rusak berat,” ujarnya, Selasa (19/3/2019).

BACA JUGA: Warga Temukan Potongan Daging Manusia di Rumah Terduga Teroris Sibolga

Tak hanya penerimaan bantuan dana yang tidak sesuai, beberapa rumah warga terdampak ledakan bom justru ada yang sama sekali tak memeroleh dana rehab bantuan Presiden tersebut.

Hal ini dialami Irwansyah. Dia yang tinggal menyewa rumah di dekat lokasi ledakan bom tak mendapat bantuan tersebut. Saat dikonfirmasi ke kelurahan, dia tak menerima bantuan karena belum memiliki KK dan tercatat sebagai warga Kelurahan Pancuran Bambu.

“Saya merasa dianaktirikan. Rumah dan perabotan saya semuanya hancur. Saya hanya menerima bantuan dari Pemkot Sibolga Rp1 juta, sedangkan dana rehab dari Pak Jokowi tidak sama sekali,” ucapnya.

BACA JUGA: 4 Terduga Teroris yang Ditangkap Masih Ditahan di Mapolres Sibolga

Mereka yang kecewa kemudian mendatangi Kantor Kelurahan Pancuran Bambu di Jalan Cenderawasih. Tuntutannya agar pembagian bantuan rehab rumah yang diberikan Presiden Joko Widodo sebesar Rp1,451 miliar dibagikan sesuai dengan kondisi di lapangan dan adil.

Namun pihak Kelurahan Pancuran Bambu yang ditunjuk untuk membagikan dana bantuan rehab rumah tersebut enggan berkomentar.

Diketahui, Presiden Jokowi sebelumnnya datang ke lokasi ledakan bom di Kota Sibolga, Minggu (17/3/2019). Dalam kesempatan itu, Presiden memberi bantuan rehab Rp1,451 miliar.

Presiden menyampaikan, bagi rumah warga yang kondisinya rusak parah menerima dana Rp25 juta, rusak sedang Rp5 juta dan rusak ringan Rp3 juta. Sementara bantuan dari Pemkot Sibolga, masing-masing KK terdampak ledakan menerima Rp1 juta.

Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk membeberkan, ada 171 KK yang terdiri atas 161 rumah terkena dampak ledakan bom.

"Saya catat korban di sini berdasarkan KK, jumlah 171. Sementara rumah terdampak kerusakan 161 unit. Insya Allah akan dibantu pemerintah pusat, tapi pembangunannya tidak sama rumah yang rusak berat, sedang dan ringan," katanya saat menamani Presiden dalam kunjungan tersebut.

Diketahui, terduga teroris Abu Hamzah ditangkap Selasa (12/3/2019). Sementara istrinya Solimah meledakkan bom rakitan Rabu (13/3/2019) bersama anak mereka berusia sekitar 2 tahun. Keduanya tewas dengan kondisi jasad tak utuh. Ledakan bom bunuh diri itu menyebabkan lebih dari 100-an rumah warga terdampak.


Editor : Donald Karouw