Bawa Anak untuk Jemput Istri, Rudi Tewas Dibunuh Selingkuhan Istrinya

Stepanus Purba ยท Selasa, 04 Desember 2018 - 11:29 WIB
Bawa Anak untuk Jemput Istri, Rudi Tewas Dibunuh Selingkuhan Istrinya

Rudi Selamat (55) Warga Desa Kampung Subur, Kecamatan Air Joman, Asahan tewas dalam kondisi mengenaskan setelah dibunuh oleh selingkuhan istrinya. (Foto: Istimewa)

ASAHAN, iNews.id - Warga di Dusun Aek Polan dihebohkan dengan peristiwa pembunuhan yang terjadi di kompleks mereka, Senin (3/11/2018). Rudi Selamat (55) Warga Desa Kampung Subur, Kecamatan Air Joman, Asahan tewas dalam kondisi mengenaskan setelah dibunuh oleh Mahyar Siregar (30) yang merupakan selingkuhan dari istrinya sendiri, Susilawati (45). 

Kapolres Asahan AKBP Faisal Napitupulu melalui siaran persnya mengungkapkan, peristiwa pembunuhan ini berawal saat Rudi bersama dengan dua anaknya menggrebek Mahyar dan Susilawati di Dusun XI Aek Polan, Desa Buntu Pane, Kecamatan Buntu Pane, Asahan. "Kedatangan korban bersama dengan anaknya untuk menjemput Susilawati untuk kembali ke rumah," ujar Faisal, Selasa (4/12/2018).

Kedatangan Rudi bersama dua anaknya ini ternyata tidak mendapatkan sambutan yang baik dari pelaku dan istri korban sehingga menimbulkan pertengkaran di antara pelaku dan korban. Rudi yang tidak senang atas tindakan Mahyar lantas memukulnya dengan menggunakan benda tumpul.

"Tidak terima atas perlakuan Rudi, Mahyar selanjutnya membalas tindakan Rudi dengan dengan menusuknya dengan senjata tajam berulang kali," lanjut Faisal.

Tak hanya itu, pelaku yang dalam keadaan emosi, sempat juga ingin menghabisi nyawa kedua anak korban yang menyaksikan peristiwa tersebut. Beruntung kedua anak korban berhasil kabur dan meminta pertolongan ke warga yang lain. "Melihat ada kesempatan, pelaku bersama dengan Susilawati kemudian kabur dengan membawa sepeda motor korban," ucap Faisal.

Menurut Faisal, peristiwa ini sendiri sudah dalam penanganan Polres asahan dan Polsek Prapat Janji. "Untuk sementara kami masih dalam upaya pengejaran pelaku dan istri korban yang kabur sesaat setelah kejadian ini terjadi," katanya.


Editor : Himas Puspito Putra