Biadab, Pelaku Siksa Anak Tiri Seminggu hingga Tewas karena Tak Suka Anak-Anak

Stepanus Purba ยท Jumat, 06 September 2019 - 13:48 WIB
Biadab, Pelaku Siksa Anak Tiri Seminggu hingga Tewas karena Tak Suka Anak-Anak

Petugas Polres Langkat olah TKP di lokasi balita dua tahun berinisial MIR dikuburkan ayah tirinya di Kabupaten Langkat, Sumut. Korban tewas setelah disiksa berhari-hari. (Foto: IST)

LANGKAT, iNews.id – Kasus anak balita berinisial MIR (2), yang tewas karena disiksa ayah tirinya, Riki Ramadan Sitepu (30), di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), memunculkan fakta baru. Pelaku mengaku tega menganiaya korban selama seminggu hanya karena tidak menyukai anak-anak.

Alasan ini diungkapkan pelaku, Riki, kepada polisi yang melakukan pemeriksaan. “Berdasarkan pengakuan tersangka kepada penyidik, dia kerap menganiaya korban karena memang tidak suka kepada anak-anak,” kata Kapolsek Salapian AKP Junaidi, Jumat (6/9/2019).


BACA JUGA: Balita 2 Tahun Tewas usai Seminggu Disiksa Ayah Tiri, Mayatnya Dikubur di Kebun


Tersangka mengaku, dirinya kerap menganiaya korban dengan berbagai cara di rumahnya di Dusun III Batu Guru Ponco Warno, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat. Dia tega memukul balita itu di bagian bahu, kaki, tangan, dan pantat korban. Bahkan, dia menyundut tubuh anak itu dengan rokok.

“Tersangka menyundut korban dengan rokok di bagian tangan, kuping, bahu. Tersangka juga memasukan korban ke dalam goni serta digantung di luar gubuk,” ujar Junaidi.

Korban MIR yang disiksa selama seminggu, sejak Senin 19 Agustus 2019 hingga Minggu 25 Agustus 2019, akhirnya meninggal dunia pada Selasa 27 Agustus 2019 sekitar pukul 17.00 WIB.

Setelah korban tewas, tersangka bersama istrinya yang juga ibu kandung korban, Sri Astuti (28), kemudian membawa jenazah korban ke lereng bukit perkebunan karet Dusun I, Desa Ponco Warno, Kecamatan Salapian, pada Selasa 27 Agustus 2019 lalu. Di sana, mereka mengubur jenazah bayi malang itu.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Langkat AKP Teuku Fathir Mustafa mengatakan, jenazah korban baru ditemukan setelah lebih dari seminggu, yakni pada Rabu malam, 4 September 2019. Polisi menemukan jenazah korban setelah mendapatkan informasi dari masyarakat setempat. Warga curiga karena mencium bau busuk menyengat di sekitar bukit dekat perkebunan karet.

“Pelaku diduga kesal dengan tingkah anaknya,” ujar Kasat Reskrim, Kamis (5/9/2019) malam.

Polisi berhasil menangkap orang tua korban, Riki Ramadhan dan istrinya Sri Astuti pada Rabu malam, sekitar pukul 24.00 WIB, di Jalan Binjai-Bukit Lawang Kabupaten Langkat. Dari hasil pemeriksaan, keduanya mengakui korban tewas karena dianiaya.


Editor : Maria Christina