Bocah Dibakar Teman di Tanjungbalai, Polisi: Korban Suka Minum Bensin

iNews Sore ยท Jumat, 09 November 2018 - 22:47 WIB
Bocah Dibakar Teman di Tanjungbalai, Polisi: Korban Suka Minum Bensin

Suasana interaktif Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai atas kasus bocah dibakar teman. (Foto: iNews)

JAKARTA, iNews.id – Kasus bocah delapan tahun yang menjadi korban dugaan kekerasan temannya dengan disuruh minum air seni dan kakinya dibakar menggunakan bensin menyita perhatian publik. Jajaran Polres Tanjungbalai bahkan datang langsung ke rumah korban untuk menindaklanjuti kasus yang melibatkan anak di bawah umur.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai mengatakan, kondisi AY (8) yang mengalami luka bakar di kaki kiri sudah menunjukkan perkembangan. Korban kini sudah bisa bercanda dan kembali ceria usai menjalani perawatan selama dua hari di Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tanjungbalai.

Namun, Kapolres mengungkapkan fakta mengejutkan atas kasus tersebut. Dia menceritakan korban AY memiliki kebiasan buruk suka meminum bensin. Saat kejadian, korban sedang membawa plastik berisi cairan yang diduga bensin dan bermain bersama teman-teman seumurannya.


BACA JUGA:

Kasus Bocah Dibakar dan Minum Air Seni di Tanjungbalai, Ini Kata KPAI

Bocah 8 Tahun di Tanjungbalai Dibakar Teman dan Disuruh Minum Air Seni


“Jadi kami masih selidiki, apakah saat bermain plastik berisi cairan yang diduga bensin jatuh mengenai kaki korban dan ada anak lain yang membawa pemantik atau seperti apa. Yang pasti, di sini tidak ada unsur kesengajaan. Korban juga diketahui punya kebiasan buruk suka minum bensin,” ujarnya, Jumat (9/11/2018).

Dia menjelaskan, korban juga sudah tidak bersekolah dan kondisi fisik maupun psikisnya mulai membaik. “Keterangan dokter korban mengalami luka bakar tingkat 2B, yang bisa sembuh dalam waktu dekat,” ujarnya.

Sementara atas penanganan kasus tersebut karena sudah dilaporkan, polisi mengenakan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Diketahui, seorang bocah berusia delapan tahun berinsial AY menjadi korban kekerasan teman sepermainannya, di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara (Sumut). Dia dipaksa minum air seni pelaku kemudian dibakar dengan menggunakan bensin hingga korban mengalami luka bakar 4 persen dan mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Umum (RSU) setempat.


Editor : Donald Karouw