BPBD Sumut: Banjir dan Longsor Terjang 11 Kecamatan Madina, 10 Hilang

Stepanus Purba ยท Sabtu, 13 Oktober 2018 - 11:09 WIB
BPBD Sumut: Banjir dan Longsor Terjang 11 Kecamatan Madina, 10 Hilang

Warga Mandailing Natal menunjukkan bangunan rumah yang terbawa arus banjir bandang dan terputusnya akses jalan nasional. (Foto: Istimewa)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

MANDAILING NATAL, iNews.id – Badan Penanggulangan Bencan Daerah (BPBD) Sumatera Utara (Sumut) mendata, sedikitnya 24 desa yang tersebar di 11 Kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terendam banjir. Bencana ini menyebabkan 18 orang tewas dan 10 lainnya hilang.

Kepala BPBD Sumut Riadil Lubis mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan aparat TNI/Polri masih terus bekerja untuk membantu mengevakuasi warga dan membuka akses jalan yang terputus akibat longsor mau pun banjir. Bencana ini tak hanya menimbulkan kerusakan, tetapi juga menelan korban jiwa dan membuat sejumlah warga terluka.


"Korban hilang dikarenakan tertimbun material longsor di Kecamatan Ulu Pungkut. Saat ini kami masih melakukan proses pencarian terhadap korban hilang," kata Riadil, Sabtu (13/10/2018).


BACA JUGA:

Sekolah di Madina Hanyut Terbawa Banjir, 18 Siswa Tewas dan 10 Hilang

Polisi Jadi Korban Tewas Mobil Masuk Sungai di Mandailing Natal


Selain menelan korban jiwa, bencana banjir dan tanah longsor ini juga menyebabkan sejumlah rumah dan infrastruktur mengalami rusak  berat. "Sedikitnya ada 21 rumah yang mengalami rusak berat dan sejumlah infrastruktur seperti listrik dan jalan terputus,” ujarnya.

Riadil mengingatkan seluruh masyarakat di Mandailing Natal, khususnya korban banjir dan tanah longsor untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem diperkirakan masih akan terus terjadi. Kendati demikian, saat ini terpantau kondisi banjir berangsur-angsur surut.

"Untuk sementara warga kami imbau untuk bertahan di posko pengungsian karena khawatir air tiba-tiba masih bisa naik," tuturnya.


Editor : Donald Karouw