Cekcok Soal Kandang Ayam, Pria di Pematangsiantar Tewas Ditikam

Dharma Setiawan, Stepanus Purba ยท Rabu, 14 November 2018 - 15:51 WIB
Cekcok Soal Kandang Ayam, Pria di Pematangsiantar Tewas Ditikam

Polisi melakukan olah TKP di lokasi pembunuhan di Jalan Vihara, Pematangsiantar, Rabu (14/11/2018) siang. (Foto: iNews.id/Dharma Setiawan)

PEMATANGSIANTAR, iNews.id - Seorang pria di Pematangsiantar, Sumatera Utara, tewas ditikam menggunakan pisau oleh tetangganya sendiri, Rabu (14/11/2018) siang. Peristiwa pembunuhan ini dipicu perselisihan paham antara keduanya akibat kandang ayam korban yang mengeluarkan bau tak sedap.

Tim Identifikasi Polres Pematangsiantar langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Vihara, Pematangsiantar, Rabu (14/11/2018) siang. Sejumlah saksi dimintai keterangan atas peristiwa perkelahian antara tetangga yang mengakibatkan korban tewas.

Peristiwa nahas itu berawal dari selisih paham antara korban bernama Dedy Haryono, seorang pedagang rujak keliling dengan pelaku bernama Abdul Gofur. Menurut warga, pelaku keberatan dengan bau tak sedap dari kandang ayam milik korban yang persis berada di depan rumah pelaku.



Sekitar pukul 10.00 WIB pagi tadi, keduanya terlibat cekcok berujung perkelahian. Pelaku pun menusuk dada korban. Usai menikam korban, pelaku kemudian melarikan diri. Sementara korban yang bersimbah darah sempat ditolong warga namun nyawanya tidak tertolong hingga tewas.

“Korban sempat minta tolong datang ke rumah saya. Pas saya buka pintu korban langsung jatuh. Saksi mata yang lihat langsung kejadiannya bilang dia ditusuk. Pelaku sudah lari dan dikejar tapi tidak dapat,” ucap tetangga korban, Adi, Rabu (14/11/2018).

Sementara itu, saksi mata, Hutapea mengatakan, korban dan pelaku sempat terlibat cekcok mulut sebelum berkelahi. “Perkaranya sepele sebenarnya. Akhirnya mereka cekcok dan keluar bahasa-bahasa tidak enak, kata-kata kotor begitu. Akhirnya mereka berkelahi dan korban ditikam pakai pisau,” katanya.

Jasad korban tewas langsung dibawa ke instalasi jenazah untuk diautopsi. Sementara polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang langsung melarikan diri usai menikam korban.


Editor : Himas Puspito Putra