Curah Hujan Tinggi, Warga 11 Kecamatan di Medan Diminta Waspada Banjir

Stepanus Purba ยท Jumat, 12 Oktober 2018 - 18:30 WIB
Curah Hujan Tinggi, Warga 11 Kecamatan di Medan Diminta Waspada Banjir

Sejumlah pengendara motor harus menuntun kendaraannya akibat mati mesin saat menerjang banjir. (Foto: Dok.iNews.id)

MEDAN, iNews - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah 1 Medan, Sumatera Utara memprakirakan curah hujan sepanjang Oktober di kota ini masih tinggi. Karena itu, BMKG mengingatkan kepada masyarakat yang tinggal di 11 kecamatan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana banjir.

Prakirawan BMKG Wilayah I Medan, Utami Alheriyah mengatakan, saat ini secara umum wilayah di Provinsi Sumatera Utara saat ini sudah mulai memasuki musim hujan. "Benar, bulan Oktober ini wilayah Sumatera Utara sudah memasuki musim penghujan," kata Utami Alheriyah, Jumat (12/10/2018).

Menurut Utami, sejak memasuki Oktober, kondisi cuaca di Kota Medan berada di kisaran 30-32 derajat Celcius dengan kecepatan arah angin sekitar 20-30 km/jam.

Untuk tiga hari ke depan, Utami mengatakan, sesuai prakiraan BMKG dari pantauan satelit Kota Medan akan diguyur hujan dengan intensitas sedang. "Perkiraan kita akan tetap turun hujan intesitas sedang dengan perkiraan suhu 29-30 derajat Celcius serta kecepatan angin 20 km/jam," katanya.

BACA JUGA: Medan Kebanjiran Lagi, Wali Kota: Curah Hujan Sangat Tinggi

Melihat tingginya curah hujan di kota Medan, Utami mengingatkan warga di Kota Medan untuk tetap waspada khususnya yang tinggal di bantaran sungai karena air sewaktu-waktu bisa naik.

"Bagi masyarakat yang tinggal di Kecamatan Medan Baru, Medan Helvetia, Medan Johor, Medan Labuhan, Medan Maimun, Medan Marelan, Medan Petisah, Medan Polonia, Medan Selayang, Medan Sunggal dan Medan Tuntungan agar waspada terjadi banjir karena luapan air sungai yang tidak mampu menampung tingginya debit air," paparnya. 

Selama sepekan terakhir sejumlah wilayah di Kota Medan dilanda banjir akibat tingginya curah hujan. Kondisi saluran air yang buruk ikut memperparah banjir di wilayah tersebut.


Editor : Kastolani Marzuki