Dampak Karhutla di Riau, Kabut Asap Tebal Selimuti Mandailing Natal

Stepanus Purba ยท Kamis, 12 September 2019 - 17:20 WIB
Dampak Karhutla di Riau, Kabut Asap Tebal Selimuti Mandailing Natal

Kabut asap yang menyelimuti Kota Panyabungan, Mandailing Natal, Kamis (12/9/2019). (Foto: iNews/Ahmad Husein Lubis)

MANDAILING NATAL, iNews.idKebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Provinsi Riau selama beberapa hari terakhir, mulai berdampak ke Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut). Selama tiga hari terakhir, kabut asap tebal menyelimuti daerah ini.

Kondisi ini memaksa warga Madina yang beraktivitas di luar ruangan terpaksa memakai masker. Warga khawatir asap akan berdampak buruk bagi kesehatan seperti yang terjadi pada warga di daerah karhutla.

BACA JUGA:

Kabut Asap Tebal di Sumsel, Dinkes Bagikan Masker Gratis kepada Warga

Karhutla di Riau, Kepala BNPB: Titik Api 40 Meter dari Kilang Minyak Pertamina

Dari pantauan, salah satu kawasan di Madina yang diselimuti kabut asap cukup tebal di Kota Panyabungan. Warga mengeluhkan asap karena sangat mengganggu aktivitas mereka sehari-hari.

“Gara-gara kabut asap ini, jarak pandang menjadi sangat terbatas. Pernapasan juga terganggu,” kata Muslikhin Nasution, Kamis (12/9/2019).

Selama beberapa hari terakhir, kondisi asap semakin tebal. Hujan yang tidak turun selama beberapa hari terakhir ikut memperparah. “Sebenarnya kalau turun hujan sebentar saja, kabut asap ini akan hilang. Tapi, sudah beberapa hari ini hujan tidak kunjung turun,” ujar warga lainnya.

Diketahui, kebakaran hutan dan lahan melanda Provinsi Riau sejak Senin (9/9/2019). Sejumlah titik api tampak terpantau di kawasan Kabupaten Bengkalis, Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), dan Indragiri Hilir (Inhil).


Editor : Maria Christina