Diduga Dibunuh Orang Dekat, Polisi Uji Cairan Lambung Hakim PN Medan

Afsah, Stepanus Purba, Antara ยท Minggu, 01 Desember 2019 - 21:14 WIB
Diduga Dibunuh Orang Dekat, Polisi Uji Cairan Lambung Hakim PN Medan

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto. (Foto: Dok.iNews.id)

MEDAN, iNews.id – Tim Forensik Polda Sumut melakukan uji laboratorium terhadap cairan lambung Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan Jamaluddin yang ditemukan tewas di dalam mobilnya kawasan kebun sawit milik warga Dusun II Namo Bintang Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Deliserdang, Jumat (29/11/2019).

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan, kematian korban diduga kuat akibat dibunuh orang dekatnya. "Masih kita uji cairan lambungnya apakah dia meninggal dalam kondisi berdaya atau tidak. Dugaan dibunuh. Pelakunya bukan orang jauh, 'orang dekat' korban,," kata Kapolda saat dijumpai di Centre Point Mall Medan, Minggu (1/12/2019).

Mengenai dugaan pembunuhan, kata Agus, masih dilakukan penyelidikan oleh tim penyidik jajaran Polda Sumut dan Polrestabes Medan.

"Ada beberapa informasi terkait dengan kondisi sebelum kejadian, ada beberapa informasi yang bisa kita peroleh, yang sekarang ini sedang didalami oleh penyidik," ujarnya.

BACA JUGA:

Kapolda Sumut Sebut Pembunuh Hakim PN Medan Diduga Orang Dekat Korban

Cerita Istri Hakim PN Medan, Rumah Pernah Diteror OTK hingga Gagal Umrah

Diberitakan sebelumnya, jenazah Jamaluddin ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di sebuah jurang di Dusun II Namo Rindang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Jumat siang.

Korban yang merupakan Hakim dan juga Humas Pengadilan Negeri (PN) Medan, ditemukan warga di dalam satu unit mobil Toyota Land Cruiser Prado nomor polisi BK 77 HD warna hitam. Saat ditemukan jenazah sudah membiru dengan kondisi terbaring di posisi bangku belakang.

Jenazah Jamaluddin yang bertempat tinggal di Medan telah dimakamkan di tempat kelahirannya, Gampong Nigan, Kecamatan Seunagan, Nagan RayaAceh, Sabtu (30/11/2019). Keluarga berduka karena tak merasakan firasat apa pun atas kematian almarhum.


Editor : Kastolani Marzuki