Dijerat Pasal Berlapis, Pembunuh Siswi SMK di Taput Diancam Hukuman Mati

Robert Fernando H Siregar ยท Rabu, 14 Agustus 2019 - 01:30 WIB
Dijerat Pasal Berlapis, Pembunuh Siswi SMK di Taput Diancam Hukuman Mati

Kapolres Tapanuli Utara AKBP Horas M Silaen (kanan). (Foto: Okezone/Robert Fernando H Siregar)

TAPANULI UTARA, iNews.id – Penyelidikan kasus pembunuhan siswi SMK Kristina boru Gultom yang ditemukan tewas tanpa busana di kebun milik keluarganya terus dikebut Polres Tapanuli Utara (Taput). Tersangka berinisial RH, tetangga sekaligus pria beristri dengan lima anak bisa dijerat pasal berlapis dan terancam hukuman mati atas perbuatannya.

Kapolres Taput AKBP Horas M Silaen mengatakan, pihaknya saat ini masih menunggu hasil identifikasi DNA dan cairan sperma yang ditemukan di jenazah korban, sebagaimana hasil autopsi Rumah Sakit dr Djasemen Saragih Pematangsiantar. Sampel tersebut sudah dikirim ke Mabes Polri.

"Kami masih menunggu hasil DNA dan autopsi jenazah korban," ujar Kapolres, Senin (12/8/2019).


BACA JUGA:

Kasus Mayat Siswi SMK Tanpa Busana di Taput Terkuak, Pelaku Pria Beristri Anak 5

Geger, Penemuan Mayat Siswi SMK Tanpa Busana dalam Kebun di Tapanuli Utara Sumut


Menurutnya, jika nanti hasil autopsi dan indentifikasi DNA serta cairan sperma ada kecocokannya. Maka bisa dipastikan tersangka RH dapat dijerat pasal berlapis. Selain itu, penyidik juga akan mendatangkan psikiater untuk memeriksa kejiwaan tersangka.

"Dalam penyidikan, pasal bisa berubah apabila ada temuan baru selama pemeriksaan. Jadi pasal awal yang diterapkan penyidik yakni Pasal 338 dan Pasal 365, tidak mutlak menjadi acuan untuk pelimpahan berkas perkara ke jaksa penuntutan umum. Kalau ada bukti tindakan pemerkosaan, RH juga dijerat Pasal 285 pemerkosaan dan bahkan dijerat Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman mati," kata Horas.

Sementara itu, pemerhati pendidikan di Taput, Martua Situmorang berharap Polres Taput dapat bekerja profesional dan membuka kasus itu seterang-terangnya kepada publik.

"Mohon penanganan kasus ini agar dilakukan secara profesional dan mengungkap motif serta fakta-fakta hukum. Juga agar membuka kasus ini seterang-terangnya kepada publik agar tidak terjadi berbagai persepsi atau penafsiran yang berbeda-beda," ucap Martua.

Diketahui, Kristina boru Gultom tidak pulang ke rumahnya pada (Minggu 4/8/2019). Keesokan harinya, dia ditemukan dengan kondisi tewas mengenaskan dan tanpa busana pada Senin (5/8/2019). Hasil penyelidikan, polisi menangkap RH dan menetapkannya sebagai tersangka.


Editor : Donald Karouw