Ditinggal Orangtua Kerja, 2 Balita di Karo Meninggal dalam Bak Penampungan Air

Ebenezer Pinem, Stepanus Purba ยท Selasa, 27 Agustus 2019 - 14:32 WIB
Ditinggal Orangtua Kerja, 2 Balita di Karo Meninggal dalam Bak Penampungan Air

Lokasi bak penampungan air yang menjadi TKP dua balita meninggal tercebur di Karo, Sumut. (Foto: iNews/Ebenezer Pinem)

KARO, iNews.id – Sungguh tragis nasib dua balita Annesya Nella Boru Manullang (4) dan Japane Latersia Barus (1). Keduanya ditemukan meninggal dalam sebuah bak penampungan air hujan di ladang milik Gren Sembiring, warga Desa Linggajulu, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Informasi yang dirangkum iNews, kedua balita ditengarai tercebur ke dalam bak penampungan saat kedua orangtua masing-masing sedang bekerja sebagai buruh tani, pada Senin (26/8/2019). Mereka bekerja dengan menggarap lahan milik Gren Sembiring.
Kapolsek Simpang Empat Iptu Dedy S Ginting mengatakan, meninggalnya kedua balita murni akibat faktor kelalaian orangtua. Di mana saat kejadian, kedua balita ini ditinggal dalam gubuk.

"Jadi tidak jauh dari gubuk tersebut terdapat bak penampungan air hujan dan diduga kedua balita bermain di dekat TKP," ujar Dedy, Selasa (27/8/2019).

Kronologi berawal saat Susi Ayu, ibu dari balita Anessya datang ke gubuk untuk mengecek keduanya sekitar pukul 14.30 WIB. Begitu sampai, dia tidak menemukan kedua balita. Saat mencari, dia melihat bayi Japane dalam posisi mengapung di atas permukaan air bak.

"Seketika saksi Susi ini berteriak histeris dan mengundang perhatian rekannya yang lain," kata Dedy.

Mendengar teriakan Susi Ayu, orangtua bayi Latersia, Chandra Barus dan istrinya Reta Ulina Br Tarigan, serta pemilik ladang mendatangi TKP. Mereka kemudian mengevakuasi tubuh Latersi Br Barus dari dalam bak. Tak lama berselang, tampak tubuh Anessya terlihat di dasar bak penampungan air tersebut.

“Keterangan dokter di RSU Kabanjahe, kedua balita ini telah meninggal di lokasi kejadian. Jenazah keduanya kemudian dibawa ke rumah duka masing-masing di Desa Lingga Julu,” tutur Kapolsek.


Editor : Donald Karouw