Dituding Curi Ayam, Siswa SMA Tewas Diamuk Warga di Labuhanbatu Sumut

Fachrizal ยท Jumat, 17 Mei 2019 - 10:38 WIB
Dituding Curi Ayam, Siswa SMA Tewas Diamuk Warga di Labuhanbatu Sumut

Suasana rumah duka almarhum Feri yang tewas dihamiki massa saat kepergok diduga hendak curi ayam di Labuhanbatu, Sumut. (Foto: iNews/Fachrizal)

LABUHANBATU, iNews.id – Kematian tragis dialami Feri (16), warga Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut). Dia tewas setelah menjadi korban amuk massa karena dituding mencuri ayam.

Informasi yang diperoleh iNews, peristiwa ini berawal saat korban Feri dan rekannya Putra (17) diduga mencuri ayam di Rantau Selatan. Namun belum sempat melancarkan aksinya, mereka sudah dipergoki warga terlebih dahulu.

Warga yang merasa sudah sering mengalami kehilangan ayam, seketika beringas dan meluapkan emosi terhadap kedua tersangka. Mereka menghakimi keduanya secara kejam, hingga korban tak sadarkan diri. Dalam video amatir yang beredar, bahkan terdengar suara ibu-ibu yang sampai memohon warga untuk menyudahi menganiaya kedua terduga pelaku.

Tak berselang lama Polres Labuhanbatu datang dan langsung membawa keduanya menggunakan mobil patroli. Saat itu kondisi korban sudah kritis akibat luka serius di bagian kepala dan sekujur tubuh. Kendati demikian, mereka tetap menjalani pemeriksaan polisi.

BACA JUGA: Ibu Rumah Tangga di Ketapang Tewas Bersimbah Darah di Kamar Mandi Rumahnya

Orang tua korban yang mengetahui peristiwa tersebut langsung datang ke kantor polisi untuk mengecek anaknya. Saat itu kondisinya kian buruk karena lama berada di kantor polisi dan belum mendapat tindakan medis.

Untuk dapat mengeluarkan dan membawa ke rumah sakit, orang tua korban bahkan ditengarai harus memberikan uang damai Rp2 juta. Namun ketika sang anak dalam penanganan medis, semuanya telah terlambat. Nyawa Feri tak dapat terselamatkan.

Ibu korban, Dewi mengaku sulit menerima kematian anaknya. Dia tak tahu pasti persoalan, namun mendengar jika anaknya disebut mencuri ayam.

Saat ini Dewi hanya berharap agar para pelaku penganiaya anaknya diproses sesuai aturan yang berlaku. Keluarga akan menempuh jalur hukum atas aksi sadistis mereka yang menganiaya anaknya hingga meninggal.

“Saya bukannya tak rela Allah menjemput anak saya. Namun bukan dengan cara seperti ini. Ini namanya penyiksaan,” kata Dewi.


Editor : Donald Karouw