Dugaan Pelanggaran Pemilu, Warga Nias Utara Demo di Kantor Bawaslu Sumut

Iman Jaya Lase, Stepanus Purba ยท Senin, 13 Mei 2019 - 13:22 WIB
Dugaan Pelanggaran Pemilu, Warga Nias Utara Demo di Kantor Bawaslu Sumut

Suasana saat aksi demo di depan Kantor Bawaslu Sumut. (Foto: iNews/Iman Jaya Lase)

NIAS, iNews.id – Ratusan warga menggelar aksi di Kantor Bawaslu Sumatera Utara (Sumut), Senin (13/5/2019). Mereka mengatasnamakan diri sebagai Elemen Masyarakat Daerah Pemilihan (dapil) II, meliputi Kecamatan Sitolu Ori, Tuhemberua dan Kecamatan Sawo.

Dalam aksinya, massa meminta tindak lanjut atas laporan mereka terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan penyelenggara pemilu. Di mana salah satu penyelenggara tingkat PPS Desa Botolakha, telah melakukan pelanggaran dengan membuka kotak suara di Sekretariat Panitia Pemungutan Suara (PPS) Setempat.

“Selain itu, ada 45 Kotak suara dari 9 TPS yang ada di desa tersebut telah terbuka dan tidak dalam keadaan tersegel sama sekali. Hal ini menciderai pesta demokrasi yang digelar 17 April 2019 lalu," ujar Koordinator Aksi Lestaman Nazara, Senin (13/5/2019).

Lestaman berharap, Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu untuk segera bertindak cepat dalam memproses laporan pelanggaran yang disampaikan para warga.

"Kami harap Bawaslu tidak diam dan hanya membiarkan laporan masyarakat di atas meja saja," katanya.

Aksi massa diterima anggota Komisioner Bawaslu Nias Utara Oibuala Laia. Dia menuturkan, saat ini pihaknya masih terus memeriksa sejumlah orang terkait dugaan pelanggara pemilu yang terjadi.

"Sampai saat ini sudah 63 orang dari 90 saksi kami periksa terkait pelanggaran ini," kata Oibuala.

Dia memastikan, Bawaslu serius dan pasti menindaklanjuti setiap laporan dugaan pelanggaran yang terjadi.

"Yang pasti saat kami sudah proses ini dalam Sentra Gakkumdu. Apakah laporan kasus itu masuk ke dalam pelanggaran ataupun pidana pemilu," tuturnya.


Editor : Donald Karouw