Dugaan Suap Wali Kota Medan, Gubernur Sumut: Mari Kita Doakan Dzulmi Eldin

Sadam Husin ยท Kamis, 17 Oktober 2019 - 11:55 WIB
Dugaan Suap Wali Kota Medan, Gubernur Sumut: Mari Kita Doakan Dzulmi Eldin

Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi, di Kota Medan. (Foto: iNews/Sadam Husin).

MEDAN, iNews.id - Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi, mengaku prihatin dengan kasus yang menjerat Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin. Sebab pihaknya sudah sering kali mengingatkan agar para kepala daerah menjauhi urusan-urusan yang berbau suap atau tindak korupsi.

Edy kemudian meminta semua pihak untuk menghormati proses hukum yang tengah berjalan, dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Nantinya, proses penyelidikan KPK tentu membuktikan porsi kesalahan Wali Kota Dzulmi serta jajarannya yang kini menjadi tersangka.

BACA JUGA: Dugaan Suap Wali Kota Medan, Kepala Dinas Pemkot Diimbau Kooperatif

"Mari kita doakan beliau supaya mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapinya ini," kata Edy kepada wartawan di Kota Medan, Kamis (17/10/2019).

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, meminta agar jajaran kepala dinas dan pihak-pihak terkait lainnya bersikap terbuka serta kooperatif ke penyidik KPK. Mereka diminta dapat menyampaikan keterangan yang sejujurnya ke pihak KPK dan jangan berusaha menghindari petugas.

"Berikan keterangan apa adanya kepada KPK agar tidak menyulitkan penyelidikan," ujar Akhyar.

BACA JUGA: Wali Kota Dzulmi Eldin Jadi Tersangka KPK, Pelayanan di Pemkot Medan Tetap Normal

Sebelumnya, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin diamankan petugas KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kota Medan, Sumut, Selasa (15/10/2019) malam. Dia diduga telah menerima suap sebesar Rp20 juta setiap bulannya dari jajaran kepala dinas di lingkungan Pemkot Medan.

Selain Dzulmi, KPK juga menetapkan tiga orang tersangka. Yakni, Kepala Dinas PUPR Kota Medan, Isa Ansyari dan Kepala Bagian Protokoler Kota Medan, Syamsul Fitri Siregar.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal