Geger, 190 Imigran Bangladesh Ditemukan Tersekap Dalam Ruko di Medan

Stepanus Purba ยท Rabu, 06 Februari 2019 - 12:04 WIB
Geger, 190 Imigran Bangladesh Ditemukan Tersekap Dalam Ruko di Medan

Proses evakuasi ratusan imigran gelap asalm Bangladeshdi salah satu ruko di Kecamatan Medan Helvetia, Rabu (6/2/2019). (Foto: iNews/Aminoer Rasyid)

MEDAN, iNews.id – Ratusan imigran asal Bangladesh diselamatkan warga dalam sebuah tempat penampungan yang berada di Jalan Pantai Timur, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (6/2/2019). Sedikitnya, ada 190 imigran yang diselamatkan setelah tersekap selama 20 hari dalam bangunan ruko tersebut.

Informasi yang dirangkum iNews.id, penggerebekan ini berawal dari kecurigaan warga saat mendengar suara terikan minta tolong dari dalam ruko tersebut. Warga kemudian meneruskan ke kepala lingkungan yang langsung turun ke lokasi melakukan pengecekan. Awal proses pengecekan tak ada respons, warga dihalangi masuk oleh petugas jaga dalam ruko tersebut.

Namun upaya warga meringsek masuk akhirnya berhasil. Saat itu mereka mendapati ada ratusan imigran gelap dalam keadaan lemas karena kekurangan oksigen dan kelaparan. Temuan yang menggegerkan itu kemudian dilaporkan ke polisi untuk proses lebih lanjut.

BACA JUGA: Imigrasi Belawan Amankan 10 Pengungsi Myanmar di Deliserdang

Pengakuan Hasan salah satu imigran asal Bangladesh, jika dirinya sudah masuk ke Indonesia sejak 15 Januari 2019. Dia menuturkan masuk ke wilayah NKRI dibantu sebuah agensi dengan iming-iming mendapatkan pekerjaan.

"Namun kami kena tipu. Padahal kami sudah membayar sebesar 14.000 hingga 15.000 ringgit kepada pihak agensi," ujar Hasan, Rabu (6/2/2019).

Tak hanya itu, Dia mengungkapkan mereka kerap kali mendapat perlakuan kasar dari petugas agensi. Untuk jatah makanan dan minuman juga tidak cukup. "Kalau kami minta jatah makanan atau minuman, mereka marah dan memukul," ucapnya.

Petugas selanjutnya mengevakuasi ratusan imigran dengan mengunakan mobil truk polisi. Mereka sementara akan dibawa ke Mapolrestabes Kota Medan yang akan berkoordinasi dengan pihak Imigrasi menyangkut proses penanganannya.


Editor : Donald Karouw