Geger, Mayat Pria Membusuk Ditemukan Dalam Penangkaran Burung Walet di Asahan

Stepanus Purba ยท Senin, 20 Mei 2019 - 14:42 WIB
Geger, Mayat Pria Membusuk Ditemukan Dalam Penangkaran Burung Walet di Asahan

Petugas saat mengevakuasi mayat dalam gudang kosong lokasi penangkaran burung walet. (Foto: Istimewa)

ASAHAN, iNews.id – Penemuan sesosok mayat pria dalam kondisi membusuk gemparkan warga di Jalan Cokro, Kota Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut), Senin (20/5/2019) pagi. Jasad korban ditemukan dalam sebuah gudang kosong yang dijadikan sebagai lokasi penangkaran burung walet.

Informasi yang diperoleh iNews.id, kasus penemuan mayat ini berawal dari kecurigaan warga setempat saat mencium aroma menyengat di sekitaran tempat kejadian perkara (TKP). Setelah ditelusuri asal sumbernya, mereka terkejut mendapati jasad pria tanpa identitas tersebut.

"Benar, ada mayat yang ditemukan warga kami. Namun identitas masih belum dipastikan karena kondisi jasad sudah membusuk dan tidak bisa dikenali lagi," ujar Kepala Lingkungan setempat, Rahmat, Senin (20/5/2019).

BACA JUGA: Fakta Baru Terungkap, Korban Mutilasi di Malang Dibunuh Lebih Dahulu oleh Sugeng

Kendati demikian, Rahmat menduga jika mayat tersebut merupakan Syahrial, salah seorang warganya. Hal ini didasarkan pada pakaian dan sandal milik korban yang ada di TKP.

"Tetapi kami masih belum dapat memastikannya. Karena wajah jasad itu memang sudah tidak bisa dikenali," katanya.

Sementara Dedi, kakak ipar Syahrial mengungkapkan, sandal dan baju yang dikenakan mayat tersebut merupakan milik adik iparnya. Namun dia bersama dengan keluarga akan menunggu hasil identifikasi polisi.

Dedi menuturkan, Syahrial selama ini memang jarang pulang ke rumah. Dia kerap tidur di salah satu warnet yang tidak jauh dari lokasi.

"Kami sudah tanya orang di warnet. Tapi kata mereka, sudah lima hari tidak melihat Syahrial," katanya. 

Kasus temuan mayat pria itu kini dalam penangan Polres Asahan. Saat ini jasadnya telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Manan, Asahan, untuk menjalani proses autopsi.


Editor : Donald Karouw