Jalan Ambles Belum Diperbaiki, Jalur Pematangsiantar-Asahan Tersendat

Dharma Setiawan ยท Senin, 15 Oktober 2018 - 11:50 WIB
Jalan Ambles Belum Diperbaiki, Jalur Pematangsiantar-Asahan Tersendat

Jalinsum yang ambles di Desa Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, belum diperbaiki hingga Senin (15/10/2018). (Foto: iNews/Dharma Setiawan)

SIMALUNGUN, iNews.id – Badan jalan sepanjang 100 meter yang ambles karena diterjang longsor di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), sudah seminggu belum juga diperbaiki. Akibatnya, arus lalu lintas Kota Pematangsiantar-Kabupaten Asahan dan sebaliknya masih tersendat.

Dari pantauan iNews Senin (15/10/2018), lalu lintas di Jalinsum, tepatnya di Desa Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, masih tersendat. Badan jalan yang ambles sedalam lebih dari 50 meter mengakibatkan jalan ini sulit dilalui.

Para pengendara jalan harus berhati-hati melintasi lokasi ini karena badan jalan yang tersisa karena hampir separuh badan jalan ambles. Pada malam hari, pengendara harus ekstra hati-hati karena penerangan yang minim.

BACA JUGA:

Perbaikan Jalinsum Batu Jomba Tapsel Butuh Terobosan Baru

22 Tewas dan 15 Hilang akibat Banjir serta Longsor di Sumut-Sumbar

Sejumlah besi bronjong sudah didatangkan ke lokasi pada Senin pagi untuk penimbunan jalan yang ambles agar badan jalan bisa dilalui dua arah. Namun, untuk sementara, jalur yang bisa digunakan hanya satu arah dan membuat lalu lintas tersendat.

Warga sekitar dan pengendara berharap agar jalan yang rusak segera. Kondisi jalan yang sudah seminggu ini ambles membuat aktivitas warga terganggu.

“Menurut saya ini sangat mengganggu perjalanan pengguna jalan. Kami berharap pemerintah memperbaiki jalan secepatnya supaya supaya lalu lintas lancar dan aktivitas masyarakat juga lancar,” kata warga setempat, Deni.

Sementara pengguna jalan, Muliasmin mengatakan, sangat terganggu dengan kondisi jalan yang ambles. Selama sepekan ini, setiap melewati Jalinsum di Desa Marubun Jaya, pengendara bisa antre 2 hingga 3 kilometer.

“Ya sangat terganggulah. Dengan kepadatan lalu lintas di sini, antreannya bisa 2 sampai 3,5 kilometer. Harapan kami segeralah jembatan ini diperbaiki. Kalaupun diperbaiki, diperhatikan kondisi debit air Sungai Bah Bolon kalau banjir. Jadi kalau nanti hujan deras, jalan tidak ambles lagi,” kata Muliasmin.

Longsor di Desa Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, terjadi pada Senin, 8 Oktober 2018 lalu. Akibatnya, jalinsum yang menghubungkan Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Asahan ini nyaris lumpuh. Menurut warga, jalan ambles karena curah hujan yang tinggi.


Editor : Maria Christina