Jalan Ambles Sedalam 10 Meter di Dairi Ancam Keselamatan Pengendara

Eka Hetriansyah, Stepanus Purba ยท Rabu, 07 November 2018 - 13:20 WIB
Jalan Ambles Sedalam 10 Meter di Dairi Ancam Keselamatan Pengendara

Kondisi jalan di Desa Juma Teguh, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi, Sumut, yang ambles sedalam 10 meter. (Foto: iNews/Eka Hetriansyah)

DAIRI, iNews.id – Jalan di Desa Juma Teguh, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara (Sumut), sudah tiga bulan rusak parah dan nyaris terputus karena ambles sedalam 10 meter. Kondisi ini sangat membahayakan para pengguna jalan penghubung di sejumlah desa itu.

Kepala Desa Juma Teguh, Eston Situmorang mengatakan, jalan tersebut ambles karena tingginya curah hujan yang terjadi di kawasan tersebut selama sebulan terakhir. Jalan itu sangat vital karena menghubungkan Desa Juma Teguh dan tujuh desa lainnya di Kecamatan Siempat Nempu, menuju Kota Sidikalang, Kabupaten Dairi.

“Kami sangat berharap agar Pemerintah Kabupaten Dairi segera memperbaiki jalan ini. Kalau tidak segera diperbaiki, akses warga delapan desa menjadi terganggu. Keselamatan pengguna jalan juga terancam karena jalan ambles hingga 10 meter,” kata Eston, Rabu (7/11/2018).

BACA JUGA:

Jalan Ambles, Sejumlah Desa di Kecamatan Mardinding Karo Terisolasi

Jalan Ambles Belum Diperbaiki, Jalur Pematangsiantar-Asahan Tersendat

22 Tewas dan 15 Hilang akibat Banjir serta Longsor di Sumut-Sumbar

Eston juga mengatakan, dia bersama dengan sejumlah kepala desa yang menggunakan jalan sebagai akses utama juga sudah memberikan laporan kepada Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Dairi. Mereka mendesak agar jalan yang ambles segera diperbaiki.

“Dinas PU Kabupaten Dairi sudah menerima surat laporan dari kami. Kami berharap Dinas PU segera melakukan perbaikan, minimal memberikan batas jalan agar para pengendara tidak terperosok ke jurang,” papar Eston.

Salah seorang warga Desa Juma Teguh, Edison Marbun juga mengungkapkan, saat ini warga khawatir kondisi jalan yang ambles semakin parah karena curah hujan tinggi beberapa hari terakhir. Jalan terancam putus total sehingga warga bakal terisolasi.

“Curah hujan sekarang masih cukup tinggi dan dapat memicu longsor di jalan tersebut. Kalau longsor lagi, jalan ini pasti ambles dan terputus. Kalau itu terjadi, kami sama sekali tidak bisa menjual hasil panen kami,” paparnya.

Pengendara, Maruba Sinaga, yang kerap menggunakan jalan itu untuk melintas menyesalkan pemerintah daerah yang tidak memasang tanda-tanda peringatan di lokasi jalan ambles. Hal ini tentu sangat berbahaya bagi pengendara mobil yang melintas. “Pengendara bisa saja terperosok ke dalam jurang kalau tidak hati-hati,” ujarnya.


Editor : Maria Christina