Jembatan Bailey di Simalungun Rusak Diterjang Longsor, Jalinsum Putus Total

Dharma Setiawan ยท Kamis, 17 Oktober 2019 - 16:57 WIB
Jembatan Bailey di Simalungun Rusak Diterjang Longsor, Jalinsum Putus Total

Kondisi Jembatan Bailey yang rusak dan nyaris roboh akibat longsor di Simalungun. (Foto: iNews/Dharma Setiawan)

SIMALUNGUN, iNews.id – Hujan deras menyebabkan longsor di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Akibatnya jalan dan Jembatan Bailey di Desa Marubun Jawa, Kecamatan Tanah Jawa, rusak dan terputusnya akses Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) antara Kabupaten Asahan dan Kota Pematangsiantar, Kamis (17/10/2019).

Pantauan iNews, akibat putusnya Jalinsum di wilayah Simalungun, arus lalu lintas terganggu dan terpaksa dialihkan. Para pelajar dan pekerja yang hendak melintas harus berganti angkutan umum.

Tampak jembatan semipermanen yang dibangun beberapa bulan lalu nyaris roboh akibat tergerus luapan air sungai. Beruntung saat longsor terjadi tidak ada kendaraan yang sedang melintas jembatan.

Kabag Ops Polres Simalungun Kompol Sri Lestari Widodo mengatakan, Jembatan Bailey ini runtuh akibat terjangan air sungai setelah hujan deras selama dua jam.

BACA JUGA: 8 Rumah Rusak Tertimpa Material Longsor di Tapanuli Tengah Sumut

“Ini memang bukan jembatan permanen, namun disiapkan untuk pembangunan jembatan yang sesungguhnya. Kami saat ini sudah upayakan untuk pengalihan arus, namun sifatnya masih skala prioritas,” ujarnya, Kamis (17/10/2019).

Menurutnya, pengalihan memasuki perkambungan warga juga belum dapat dilakukan karena banjir masih setinggi paha orang dewasa. Polisi bersama TNI dan Pemerintah Kecamatan setempat sedang memprioritaskan pembukaan jalan baru namun diperuntukkan bagi pejalan kaki dan kendaraan pribadi.

“Untuk tonase belum bisa. Kami masih upayakan untuk akses jalan baru ini,” katranya.

Hingga saat ini belum bisa dipastikan kapan akses jalan dan jembatan ini akan normal kembali. Pemerintah setempat juga sudah menyiapkan angkutan bagi pelajar dan pekerja agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.


Editor : Donald Karouw