Kapolsek Patumbak Dikeroyok Bandar Narkoba di Deliserdang

Antara ยท Sabtu, 10 Agustus 2019 - 14:30 WIB
Kapolsek Patumbak Dikeroyok Bandar Narkoba di Deliserdang

Kapolsek Patumbak, AKP Ginanjar, yang menjadi korban aksi pengeroyokan bandar narkoba. (Foto: Istimewa)

MEDAN, iNews.id - Kapolsek Patumbak, AKP Ginanjar, dikeroyok saat hendak menangkap bandar narkoba. Kini korban menjalani perawatan di Rumah Sakit Colombia Medan, karena mengalami luka di bagian wajah.

Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo mengatakan, peristiwa pengeroyokan itu berawal saat Kapolsek dan jajarannya menggerebek kampung narkoba di Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut).

Dalam operasi tersebut, polisi berhasil mengamankan tiga orang pengedar narkoba, yakni U (49), K (30) dan S (29). Setelah diamankan, ketiga tersangka diinterogasi oleh petugas dan didapatkan nama bandar besarnya.

BACA JUGA: Buron Setahun, Polisi Tangkap Satpam Pelaku Penusukan di Lahan Sumsel

"Mereka mengaku bahwa sabu yang dijual berasal dari bandar berinisial A (28)," kata Raphael kepada wartawan di Kota Medan, Sumut, Sabtu (10/8/2019).

Mendapat informasi itu, Kapolsek Ginanjar beserta anggota langsung melakukan pengembangan dan mencari rumah bandar besar berinisial A di kediamannya, Jalan Marindal I Pasar IV Gang Keluarga, Kecamatan Patumbak, Deliserdang.

Petugas yang mendapati tersangka A sedang duduk di depan rumah langsung mendekatinya. Namun pelaku tahu polisi akan menyergapnya, kemudian melarikan diri.

BACA JUGA: Niat Obati Anak, Ibu Muda di Lahat Malah Ditiduri Dukun Cabul

"Tersangka A berusaha melarikan diri dengan cara kabur menuju jalan besar," ujar dia.

Petugas langsung melakukan pengejaran terhadap tersangka. Namun di sana, polisi mendapati pelaku tidak sendirian. Dia dan sekitar 20 orang rekannya langsung menyerang Kapolsek dan anggota Polsek Patumbak.

"Kapolsek mendapat luka di wajah tepatnya pipi kiri, di bawah mata dan lengannya. Kemudian dilarikan oleh anggotanya ke RS Colombia guna mendapatkan perawatan medis," ujarnya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal