Kasus Hina Soeharto, PDIP Siapkan Puluhan Pengacara Bela Ahmad Basarah

Stepanus Purba ยท Rabu, 05 Desember 2018 - 17:45 WIB
Kasus Hina Soeharto, PDIP Siapkan Puluhan Pengacara Bela Ahmad Basarah

Pengurus DPD PDIP Sumut dan tim relawan pengacara saat konferensi pers terkait kasus yang menimpa Jubir TKN Ahmad Basarah. (Foto: iNews.id/Stepanus Purba)

MEDAN, iNews.id – DPD PDIP Sumatera Utara menyiapkan 25 pengacara untuk mendampingi dan membela Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Ahmad Basarah yang dilaporkan ke polisi terkait ucapannya yang menyebut Soeharto Guru Korupsi.

Ketua Biro Bantuan Hukum DPD PDIP Sumut, Nurdin Sipayung mengungkapkan, hingga saat ini sudah ada 25 pengacara yang siap membela Ahmad Basarah dan jumlah tersebut diprediksi akan terus bertambah.

Menurut Nurdin, para pengacara itu sukarela datang dan menawarkan diri membela Ahmad Basarah karena panggilan hati. "Kami juga membuka posko di Hayam Wuruk untuk menampung para pengacara lainnya yang memang ingin membantu Ahmad Basarah," kata Nurdin, Rabu (5/12/2018).

Pengacara lainnya, Alamsyah Hamdani mengatakan, apa yang disampaikan Ahmad Basarah di depan publik merupakan fakta dan apa adanya.  "Apa yang disampaikan itu merupakan fakta, kita mesti ingat mengapa reformasi dahulu terjadi, dan saya yakin hal ini juga akan menggetarkan hati para aktivis reformasi," ungkapnya.

Alamsyah menjelaskan, pihaknya mempersilakan para lawyer yang terpanggil hatinya untuk datang ke posko yang telah dibuka.  "Kami persilakan para rekan lawyer untuk datang, terkait 25 nama yang telah menyatakan siap akan kami umumkan kemudian," katanya.

BACA JUGA:

Basarah Dipolisikan karena Sebut Soeharto Guru Korupsi, Ini Kata TKN

Dinilai Hina Soeharto, Ahmad Basarah Dipolisikan Mantan Anggota DPR

Di lain pihak,Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Berkarya Sumut, Rajamin Sirait menyayangkan ucapan yang dikemukakan Ahmad Basarah.

Menurut Rajamin, sebagai tokoh nasional sudah sepatutnya Basarah menempatkan Presiden kedua RI Soeharto terkait jasanya kepada negara. "Kita sudah tahu dan akui bersama Pak Harto itu Bapak Pembangunan. Beliau tidak pernah terbukti korupsi dan semasa hidupnya sangat koperatif terhadap para penegak hukum," ucapnya.

Seperti diketahui, Ahmad Basarah dilaporkan atas dugaan tindak pidana penghinaan dan penyebaran berita bohong (hoaks). Basarah dianggap melecehkan Presiden kedua RI Soeharto. Surat tanda terima laporan tercatat di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Bareskrim Polri dengan Nomor STTL/1268/XII/2018/BARESKRIM. Adapun, nomor Laporan Polisi (LP) tersebut, yakni LP/B/1571/XII/2018/BARESKRIM tertanggal 3 Desember 2018.


Editor : Kastolani Marzuki