Kasus Pembunuhan Sadis di Binjai Terungkap, Polisi Tembak Pelaku

Stepanus Purba ยท Senin, 11 Februari 2019 - 15:04 WIB
Kasus Pembunuhan Sadis di Binjai Terungkap, Polisi Tembak Pelaku

Polda Sumut saat ekspose kasus perampokan disertai pembunuhan yang terjadi di Binjai. (Foto: iNews.id/Stepanus Purba)

MEDAN, iNews.id – Kasus perampokan disertai pembunuhan sadis di Binjai, Sumatera Utara, diungkap tim gabungan Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Sumut dan Polres Binjai. Terduga pelaku berinisial RW (40) ditangkap saat berada di kawasan Dolok Masihul, Senin (11/2/2019).

Selain menangkap RW, polisi juga meringkus tiga penadah barang hasil kejahatan tersebut. Ketiganya yakni, AJM (32), BU (25) dan Su (43), warga Kabupaten Serdangbedagai.

Direktur Ditkrimum Polda Sumut Kombes Andi Rian mengungkapkan, penangkapan tersebut berdasarkan hasil pengembangan dan penyelidikan. Pelaku RW diamankan di lokasi persembunyiannya.

"Alhamdulillah, kasusnya kami ungkap jam 6 pagi tadi atau sekitar 12 jam usai kejadian. Semua tersangka dan barang bukti telah kami amankan," ujar Andi Rian saat ekspose di Mapolda Sumut, Senin (11/2/2019).


BACA JUGA:

Ibu Paruh Baya di Binjai Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kamar Mandi

Pembunuhan Sadis di Binjai, Motifnya Diduga karena Pencurian


Dalam penangkapan tersebut, pelaku RW ditembak dengan timah panas pada kedua kakinya lantaran berusaha melawan petugas saat pengembangan mencari barang bukti.

"Barang bukti yang kami amankan seperti sepeda motor dan televisi korban serta benda tajam yang digunakan untuk membunuh dan merampok. Kedua kaki pelaku dilumpuhkan karena berusaha melarikan diri," kata Andi.

Dia menjelaskan kasus pembunuhan ini murni bermotifkan perampokan. Pelaku ingin menguasai barang-barang berharga milik korban. "Kami pastikan motifnya perampokan," ucapnya.

Polisi menjerat RW dengan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian disertai Kekerasan dan Pasal 338 tentang Pembunuhan. Ancaman hukumannya masing-masing 15 tahun penjara.

"Untuk tiga tersangka lain kami jerat dengan pasal penadahan hasil kejahatan," tuturnya.

Diketahui, kasus ini berawal saat ditemukan Lina (57) warga Jalan Mesjid Gang Belimbing, Lingkungan III, Kelurahan Pekanbinjai, Binjai, dalam kondisi tewas berimbah darah dalam kamar mandi, Minggu (10/2/2019). Korban mengalami luka aniaya senjata tajam di bagian leher dan beberapa bagian tubuh lainnya.


Editor : Donald Karouw